Terkini, Makassar – Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) APINDO Bulukumba, H. Islamuddin Sulaiman, mengajak para pelaku usaha di Kabupaten Bulukumba untuk bersatu dalam wadah APINDO guna memperkuat kolaborasi, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan daya saing daerah dalam menarik investasi.
Ajakan tersebut disampaikan H. Islamuddin Sulaiman usai mengikuti Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) APINDO, yang menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus pembahasan isu-isu strategis dunia usaha di Indonesia.

Dalam forum tersebut, DPK APINDO Bulukumba dipercaya menjadi salah satu perwakilan yang menyampaikan pandangan terkait organisasi, program kerja, dan kemitraan strategis. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai potensi unggulan Kabupaten Bulukumba kepada kalangan pengusaha nasional.
“Kami mengangkat berbagai potensi yang dimiliki Bulukumba, terutama di sektor perikanan, pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Potensi ini perlu terus dipromosikan agar mampu menarik minat investor,” kata H. Islamuddin Sulaiman.
Menurutnya, Bulukumba memiliki sumber daya yang melimpah dan peluang investasi yang besar. Namun, masuknya investor membutuhkan upaya bersama melalui penguatan jaringan dan kolaborasi lintas sektor.
- Semen Tonasa Tegaskan Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Warisan Budaya saat Revalidasi UNESCO Global Geopark
- Semen Tonasa dan Unhas Perkuat Kolaborasi melalui Penandatanganan MoU
- Hadiri Rakerkonas APINDO di Makassar, AYP Dorong Kolaborasi Pengusaha dan Pemerintah
- KKN-T Unhas Kenalkan Ecoprint kepada Siswa SDN 56 Parepare, Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini
- DPRD Sulsel Bahas Dua Ranperda Strategis untuk Genjot Kemandirian Fiskal dan Optimalisasi BUMD
Selain mempromosikan potensi daerah, APINDO Bulukumba juga tengah mempersiapkan kerja sama dengan perusahaan asal Jepang.
Program tersebut ditujukan untuk membuka akses kerja bagi generasi muda Bulukumba melalui peningkatan kompetensi, khususnya kemampuan berbahasa Jepang.
“Kami memiliki rencana menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Pemuda Bulukumba nantinya akan dibekali kemampuan bahasa sebagai modal untuk bekerja di Jepang. Ini menjadi salah satu program strategis kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan utama dalam mengembangkan investasi di daerah adalah membangun kepercayaan investor sekaligus memperluas jaringan dengan dunia usaha di tingkat nasional.
“Mendatangkan investor memang tidak mudah. Karena itu kami terus membangun jaringan dengan perusahaan-perusahaan, baik yang berada di Jakarta, Makassar maupun daerah lain, agar investasi dapat masuk ke Bulukumba,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
