Terkini.id, Riyadh – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi meminta umat Islam di seluruh dunia untuk menunda dulu rencana pergi ke Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji di tengah pandemi atau wabah virus corona baru, COVID-19.
Umat Islam diminta untuk bersabar menunggu kejelasan dari pemerintah Saudi yang berharap wabah COVID-19 segera berakhir.
Seruan itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammad Benten, yang disiarkan stasiun televisi pemerintah setempat pada Selasa.
Mohammad Benten mengungkapkan Kerajaan Arab Saudi siap melayani para jamaah dalam hal apa pun, tetapi prioritasnya adalah keselamatan umat Islam.
“Umat Islam harus menunggu sebelum membuat rencana berhaji sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang virus corona,” kata Mohammad Benten seperti ditulis surat kabar Asharq Al-Awsat, Rabu 1 April 2020.
- BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Makassar Hadirkan Program Makassar Berjasa untuk 81.500 Pekerja Rentan
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
- Wali Kota Makassar: Sensus Ekonomi 2026 Kompas Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Makassar
- Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Hadirkan Sensasi Musim Dingin dan Atraksi Kelas Dunia
- Kampanyekan #Cari_Aman, Asmo Sulsel Ajak Pengguna PCX160 Nikmati Wisata Alam Bersama Keluarga
Setiap tahun, sekitar 2,5 juta jamaah dari seluruh dunia berduyun-duyun ke situs-situs paling suci Islam di Makkah dan Madinah tersebut untuk menjalankan serangkaian ibadah haji selama seminggu.
Pertemuan tahunan umat Muslim terbesar dijadwalkan akan dimulai pada akhir Juli 2020. Namun, wabah COVID-19 telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah ibadah haji akan dilaksanakan mengingat ada risiko besar dari penyebaran penyakit ini dalam pertemuan massal.
Pemerintah Arab Saudi telah menangguhkan atau melarang sementara pelaksanaan umrah sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Pemerintah yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud tersebut juga menghentikan semua penerbangan internasional tanpa batas waktu dan pekan lalu memblokir akses masuk dan keluar ke Makkah, Madinah, Riyadh dan Jedah.
Kerajaan tersebut telah melaporkan 1.563 kasus COVID-19 dengan 10 orang di antaranya telah meninggal dunia. Sejauh ini 165 pasien telah berhasil disembuhkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
