Terkini.id, Jakarta – Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) telah menanggapi soal di masjid dimana salah satu kantor berita asing membuat laporan bertajuk ‘Ketakwaan atau Gangguan Kebisingan?. Salah satu narasumbernya di Jakarta disebutkan merasa dengan suara azan dari masjid dekat rumahnya.
Lantas seperti apa sebenarnya tuntutan penggunaan pengeras suara di masjid? Dilansir dari sindonews, Kamis 14 Oktober 2021, dalam Instruksi Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama (KEMENAG), Nomor KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushalla, diatur hal-hal sebagai berikut:
Aturan penggunaan:
1. Pengeras suara luar digunakan untuk azan sebagai penanda waktu salat.
2. Pengeras suara dalam digunakan untuk doa dengan syarat tidak meninggikan suara.
3. Mengutamakan suara yang merdu dan fasih serta tidak meninggikan suara.
Waktu Penggunaan:
1. Subuh
– Sebelum subuh boleh menggunakan pengeras suara paling awal 15 menit sebelum waktunya.
– Pembacaan Alquran hanya menggunakan pengeras suara keluar.
– Adzan waktu subuh menggunakan pengeras suara ke luar.
– Salat subuh, kuliah subuh, dan sebagainya menggunakan pengeras suara ke dalam.
2. Dzuhur dan Jumat
– 5 menit menjelang dzuhur dan 15 menit menjelang waktu Jumat diisi dengan bacaan Alquran yang ditujukan ke luar, demikian juga suara azan.
– Salat, doa, pengumuman, khutbah, menggunakan pengeras suara ke dalam.
- Bupati Sidrap Keluarkan Edaran, ASN Stop Aktivitas Jelang Azan
- Masjid 99 Kubah Asmaul Husna Makassar Kumandangkan Dua Kali Azan Subuh
- Azan sebagai Praktik Komunikasi Islam
- Musni Umar: Adzan Isya Baru Saja Berkumandang, Selamat Shalat Maghrib
- Nicho Silalahi: Woi Yaqut Gue Ini Kafir, Tapi Azan Bantu Gua Bangun Pagi
3. Ashar, Maghrib, dan Isya
– 5 menit sebelum azan dianjurkan membaca Alquran.
– Azan dengan pengeras suara ke luar dan ke dalam.
– Sesudah azan, hanya menggunakan pengeras suara ke dalam.
4. Takbir, Tarhim dan Ramadhan
– Takbir Idul Fitri/Idul Adha dengan pengeras suara ke luar.
– Tarhim doa dengan pengeras suara ke dalam dan tarhim dzikir tidak menggunakan pengeras suara.
– Saat Ramadhan siang dan malam hari, bacaan Alquran menggunakan pengeras suara ke dalam.
5. Hari besar Islam dan pengajian
– Pengajian dan tabligh hanya menggunakan pengeras suara ke dalam, kecuali jamaah meluber ke luar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
