Bahar Sebut Para Napi Non-Muslim Pakai Baju Bergambar Dirinya, DS: Mungkin Tempat Lu Cocok Kalo di Penjara

Bahar Sebut Para Napi Non-Muslim Pakai Baju Bergambar Dirinya, DS: Mungkin Tempat Lu Cocok Kalo di Penjara

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar (DS) menanggapi soal penceramah, Bahar bin Smith yang mengaku bahwa para narapidana atau napi non-muslim memakai baju bergambar dirinya ketika masih di Lapas dulu.

Denny Siregar menyindir bahwa mungkin Bahar bin Smith memang cocok menetap di di penjara saja.

“Ya udah, Har.. Mungkin tempat lu cocok kalo di penjara,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 27 Desember 2021.

“Menetap aja seumur hidup di sana, biar bisa terus rangkul-rangkulan,” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Denny Siregar membagikan berita berjudul “Bahar Sebut Banyak Napi Kristen Pakai Baju Gambar Dirinya di Lapas: Saya Rangkul Tanpa Pilih Agama”.

Baca Juga

Adapun pengakuan Bahar bin Smith soal napi memakai baju bergambar dirinya ia sampaikan saat menjadi narasumber di kanal YouTube Karni Ilyas Club pada Kamis, 23 Desember 2021.

Adapun awalnya, Bahar bin Smith menceritakan bahwa kini, dirinya sedang belajar untuk bersabar sebab dirinya memang tipe orang yang agak temperamental.

“Tapi alhamdulillah semenjak keluar dari lapas ini udah mendingan. Udah lebih dinginlah,” katanya, dilansir dari Menado Pos.

Sebagaimana diketahui, Bahar bin Smith memang kerap disoroti dan dikritik karena ceramahnya yang dinilai keras.

Namun, ia mengaku bahwa ceramahnya setelah keluar penjara sebenarnya lebih “dingin” dibandingkan ceramah-ceramahnya yang dulu.

“Karena saya belajar sabar, belajar tahan diri dan sampai sekarang saya masih belajar agar tidak temperamen,” katanya.

Bahar bin Smith lantas mengaku bahwa selama di lapas, ia banyak mengajarkan agama kepada para narapidana. Salah satunya di Lapas Kelas II A Gunung Sindur, Bogor.

Ia menyebut bahwa banyak dari napi pembunuhan hingga narkoba dengan latar belakang agama dan suku yang berbeda yang dirangkul.

“Bukan hanya muslim, non-muslim, Hindu, Buddha, Kristen, semuanya saya rangkul di lapas,” ungkapnya.

“Bahkan di Lapas kan ada anak-anak bikin baju, itu yang Kristen ada yang pakai baju gambar saya, yang Budha, Hindu, karena mereka tahu saya rangkul semuanya tanpa pilih agamanya, sukunya, rasnya,” sambungnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.