Bahas Industri Halal di Indonesia, HMJ Ekonomi Islam Uinam Gelar Seminar Nasional

Uinam
Bahas Industri Halal di Indonesia, HMJ Ekonomi Islam Uinam Gelar Seminar Nasional

Terkini.id, Makassar – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (Uinam) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Peluang dan Tantangan Industri Halal di Indonesia”, Kamis, 12 September 2019.

Seminar yang dilakukan di Gedung Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini dihadiri oleh empat pembicara diantaranya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, ST, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementrian Agama RI Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D, Ketua Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia MUI Kota Makassar Prof. Dr. H. M. Arfin Hamid, S.H., M.H, dan Pimpinan Wilayah Kanwil VI PT PEGADAIAN (Persero) Makassar H. Alim Sutiono, S.E., M.M. Hadir pula Dekan beserta Dosen-dosen Fakultas Ekonomi Islam dan Bisnis.

Prof. Hamdan Juhannis, M.A.,Ph.D, selaku Rektor UIN Alauddin Makassar turut memberikan sambutannya pada kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Prof. Hamdan terlihat sangat antusias atas terselenggaranya seminar ini mengingat tema yang akan dibahas sangat penting bagi mahasiswa khususnya Program Studi Ekonomi Islam.

Menurut Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D, industri halal di Indonesia memiliki peluang yang sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

“Perkembangan industri halal sangat penting karena dapat menjamin kehalalan suatu produk yang dibuktikan dengan sertifikasi halal sehingga memberikan rasa aman kepada para konsumen,” ujar Prof. Sukoso.

Tentunya, kata dia, rasa aman dari produk bersertifikasi halal tidak hanya dirasakan oleh penduduk muslim, tetapi juga penduduk non muslim.

“Meski Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, bukan berarti perkembangan industri halal tidak memiliki kendala. Justru, kendala terbesarnya berasal dari masyarakat Indonesia itu sendiri,” ujarnya.

“Lemahnya kesadaran masyarakat dalam berkompetisi rendahnya pemahaman masyarakat mengenai standarisasi halal adalah salah satu kendalanya,” ungkapnya.

Dalam upaya menjadi tempat yang strategis dalam industri halal dunia, ia berharap ke depannya para pelaku usaha di Indonesia lebih memanfaatkan peluang dan fasilitas yang disediakan pemerintah.

Selain itu, Kementerian Agama juga membentuk Badan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang tugasnya melaksanakan penyelenggaraan jaminan produk halal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seminar nasional yang diadakan ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan dua puluh tahun Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Terselenggaranya seminar ini diharapkan mahasiswa dapat menggerakkan diri dalam masyarakat untuk berdakwah dan mengenalkan betapa pentingnya kehalalan produk dari segala sisi.

Citizen Reporter: Medi Afriani

Berita Terkait