Bakrie Puyeng! Lapindo Jadi Harta Karun, Tapi Harus Bayar Utang Pemerintah Rp2 Triliun

Bakrie Puyeng! Lapindo Jadi Harta Karun, Tapi Harus Bayar Utang Pemerintah Rp2 Triliun

R
Raja Ade Romania
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Denny Siregar, buka suara menanggapi luapan lumpur lapindo yang disebut-sebut menyimpan harta karun Indonesia.

Melalui laman Twitter pribadinya, Denny menyebut mantan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan rakyat Aburizal Bakrie kini tengah sakit kepala.

Menurutnya, Aburizal Bakrie dihadapkan dua pilihan yang sangat berat. Luapan lumpur lapindo yang ada di Sidoarjo, Jawa Timur, menyimpan harta tak ternilai. Sedangkan, ia juga dihadapkan oleh tagihan utang dengan pemerintah yang tak sedikit.

“Bakrie lagi puyeng. Satu sisi Lapindo menyimpan harta karun luar biasa, sisi lain harus bayar hutang 2 trilyun ke pemerintah.
Rencana si Martak dulu bikin keriuhan gagal total,” cuit Denny pada akun Twitternya, pada Kamis 3 Februari 2022.

Dilansir Terkini.id melalui CNBC Indonesia, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat terdapat indikasi adanya harta karun berupa lithium dan stronsium di Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca Juga

Tak hanya itu, lumpur lapindo juga memiliki indikasi mineral lainnya yakni mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth.

Koordinator Mineral Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Moehammad Awaluddin menyampaikan bahwa berdasarkan penyelidikan umum di Lumpur Lapindo, Sidoarjo ditemukan adanya mineral kritis dengan kadar yang cukup tinggi yaitu lithium dan stronsium.

Bahkan, untuk mineral logam tanah jarang (LTJ), kata Awaluddin indikasi temuannya cukup rendah. “Yang cukup tinggi dan coba sedang ditindak lanjuti adalah lihtium dan stronsium,” terang Awaluddin, Selasa 25 Januari 2022.

Dia bilang, indikasi temuan lithium itu bisa menjadi bagian dari bahan baku baterai kendaraan listrik. Sehingga bisa mendukung program kendaraan listrik nasional. Sementara stronsium bisa digunakan untuk bahan baku kebutuhan elektronik.

“Ini baru penyelidikan umum dan tindaklanjuti dari Puslitbang Tekmira pada saat itu. Pasti dari kegiatan pengeboran masih jauh dan bornya masih bor tangan 5 meter,” ungkap Awaluddin.

Atas adanya indikasi temuan lithium dan stronsium itu, pihaknya mengaku tengah fokus kepada uji ekstraksi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.