Masuk

Denny Siregar Nilai Koalisi Nasdem, Demokrat, PKS Kekurangan Uang

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Salah satu pegiat sosial media Twitter, Denny Siregar menilai koalisi Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS kekurangan uang.

Awalnya, Denny membahas tentang lincahnya pergerakan para survei dalam menentukan elektabilitas-elektabilitas sosok yang ingin bertarung di kanca Pilpres 2024 atau partai pengusung itu sendiri.

Menurutnya, pelaksanaan pemilihan presiden atau Pilpres 2024, memang masih 2 tahun lagi. Namun, sejumlah lembaga survei telah merilis hasil survei elektabilitas jumlah tokoh yang berpeluang maju dalam pilpres 2024.

Baca Juga: Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!

Kemudian, Denny mempertanyakan biaya yang dikeluarkan oleh sosok yang ingin menjadi capres di Pilpres 2024. 

“Banyak pertanyaan datang tentang berapa sih kira-kira biaya supaya calon presiden bisa menang? Ini pertanyaan yang bagus dan penting untuk kita tahu, meski kita tidak akan pernah tahu angka sebenarnya karena pasti masing-masing calon presiden menyembunyikan berapa angka nyatanya,” katanya.

“Kita ini negara demokrasi dan di setiap negara demokrasi ongkos politik itu selalu mahal. Ada biaya promosi mulai televisi, media online, sampai menyewa influencer dan buzer. Belum lagi biaya bayar saksi logistik tim sukses dan ada biaya yang selalu disembunyikan setiap tim sukses, yaitu uang ‘Serangan Fajar’,” sambungnya.

Baca Juga: Cuitan Denny Siregar Tuai Sorotan, Monica: Prediksi Gelandangan, Bangkrut Dia!

“Ini biasanya selalu dinantikan oleh setiap pemilih terutama pemilih di daerah minus karena siapa sih yang nggak suka dikasih uang cash daripada cuman sembako doang? Uang ‘Serangan Fajar’ ini biasanya berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per orang, tergantung tingkat ekonomi dari masing-masing pemilih,” tambahnya.

Denny Siregar. [YouTube COKRO TV]

Dia juga membandingkan dengan sistem pemilu di negara Iran. Katanya, di sana politik uang diharamkan.

“Itu kenyataannya dan jangan diejek. Itulah minus dari negara demokrasi sedangkan kalau kita mau contoh pemilu di Iran misalnya, menurut seorang sahabat di sana politik uang diharamkan,” jelasnya.

“Semua biaya kampanye masing-masing kandidat disediakan oleh pemerintah bukan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk promosi yang masing-masing kandidat diberikan ruang yang sama untuk promosi, baik untuk acara televisi, maupun spanduk dan baliho,” lanjutnya.