Balai Gakkum Sulawesi Eksis Terhadap Bantuan Kemanusiaan

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar-Balai Gakkum Sulawesi eksis terhadap bantuan kemanusiaan, setelah sebelumnya menyalurkan bantuan ke Bantaeng. Kembali Gakkum Sulawesi turun menyalurkan bantuan ke Masamba Kabupaten Luwu Utara. Meski jumlah tidak seberapa, namun bantuan sekecil apa pun begitu bermanfaat warga Masamba.

Banjir bandang yang terjadi pada Senin 13 Juli 2020 tersebut membawa lumpur setinggi 2,5 meter yang menyelimuti rumah warga dan menghanyutkan bangunan lainnya. Sebagaimana diberitakan beberapa media online baik lokal maupun nasional, hingga Sabtu, 18 Juli 2020 terdapat 36 orang meninggal dunia, 40 orang hilang, 58 luka-luka dan 14.483 jiwa mengungsi di 76 titik di tiga Kecamatan.

Jumlah korban jiwa ini diprediksi akan terus bertambah. Pada Minggu, 19 Juli 2020, menurut Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Muh Rizal, tim kembali mengevakuasi seorang korban perempuan di Dusun Pambaka, Desa Lapapa, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Sehingga total korban meninggal menjadi 37 orang.

Atas bencana tersebut, bantuan dari berbagai elemen untuk bencana banjir di Masamba terus berdatangan. Mulai dari Instansi Pemerintah, Ormas, perusahaan Swasta,  BUMN, BUMD, Pemerintah Kabupaten, Insan Media serta masyarakat sipil.

Salah satunya instansi pemerintah yang turun ke lokasi Banjir bandang tersebut adalah dari Tim Gabungan Balai Gakkum Wilayah Sulawesi KLHK dan Garda Nusantara Kabupaten Gowa bersinergi menyalurkan bantuan kemanusiaan. Sabtu 18 Juli 2020 sore.

Menarik untuk Anda:

Kedua tim ini bahu membahu menyalurkan bantuan yang dititpkan di Posko Logistik dan Dapur Umum di Masamba. Menurut Tim Relawan Gakkum Sulawesi yang turun menyalurkan bantuan ke Luwu Utara, kondisi cukup parah ditemui di Sungai Masamba, akan tetapi lokasi terparah di Desa Radda Kecamatan Baebunta.

“Di Radda saja sementara jalanan tergenang banjir lumpur,” terang relawan yang enggan dituliskan namanya ini.

Dari keterangan Relawan Gakkum Sulawesi, dua lokasi menjadi priotas di Masamba dan Radda, terutama di Radda, Kecamatan Baebunta Desa Radda. Kondisi parah di Desa Radda karena air pasca banjir bercampur dengan lumpur.

“Berbeda kondisinya dengan di Kota Masamba. Air bercampur dengan pasir, jadi di kota Masamba itu cepat ditanggulangi, kondisi berbeda di Radda, karena airnya bercampur lumpur sehingga bantuan lambat, ditambah ketinggian airnya mencapai 3 meter,” terang Relawan ini.

Dari penuturannya, air yang bercampur dengan lumpur tersebut nyaris setinggi atap rumah dan bantuan alat berat dari Vale atau perusahaan lain itu sementara masih berjalan.

“Di Desa Radda itu hampir 20 kilometer di wisata Melly atau dekat dengan villa mantan Bupati Masamba sebelumnya, sepanjang jalan hampir 20 kilometer itu rata dengan lumpur,” ungkapnya.

Relawan ini melaporkan bahwa, di Masamba sebelum terjadi banjir bandang sudah ada pemberitahuan dari pemerinta dalam hal ini BMKG akan datang banjir bandang, jadi masyarakat di kota Masamba beberapa penduduknya sudah mengungsil namun ada juga yang masih bertahan di rumah mereka masing-masing.

“Untuk Desa Radda tidak ada pemberitahuan atau peringatan dari pemerintah setempat bahwa Desa Radda akan terkena dampak banjir bandang, jadi masyarakat setempat menganganggapnya biasa-biasa saja, ini salah satu penyebabnya banyak korban berjatuhan,” jelasnya kepada media. Rabu, 22 Juli 2020.

Olehnya itu paling banyak jatuh korban di Desa Radda, sampai saat ini dikatakan Relawan ini mencapai 40 orang korban jiwa, korban yang selamat mengungsi di perkebunan sawit tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Seumpama ada bantuan ke Masamba tolong prioritaskan di Desa Radda, dikarenakan desa Radda ini tertutup banjir lumpur, otomatis masyarakatnya tidak bisa kembali ke rumah atau keluarganya masing-masing, jadi paling dibutuhkan bantuan berupa sarung, popok bayi, susu, terpal, senter plus baterai, tikar, pakaian,” ucapnya lanjut.

Begitu antusias Relawan Gakkum ini mengatakan, disana orang berteduh dibawah pohon kelapa sawit, sampai sekarang di Masamba itu masih hujan, jadi beratapkan daun kelapa sawit, tikar juga tidak tersedia, alas tidurnya pun memakai daun kelapa sawit.

Bantuan kemanusiaan yang kami salurkan bersama Relawan Garda Nusantara Kabupaten Gowa berupa paket sembako atas beras, mie kardus, telur, sabun mandi, popok bayi dan susu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Menggali Karakter Kepemimpinan Raja-Raja Maros, KKN PPL Terpadu UNM Sukses Gelar Seminar Sejarah Lokal

Mentan SYL Minta Paslon RINDU Miliki Jiwa Leadership

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar