Terkini.id, Sidrap – Febi bukan nama sebenarnya, merupakan balita yang didiagnosa oleh dokter menderita gizi buruk.k
Sejak dua pekan lalu, ia terbaring lemas di salah satu ruangan di sakit Arifin Numang Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan.
Berbeda dengan anak umur 4 tahun lainnya, anak pada perkembangan umur seperti itu mestinya sudah aktif bermain termasuk berlari, melompat, melempar, menendang bola, memanjat, atau bahkan anak-anak pada tahap itu sudah mengerti konsep dan kedisiplinan.
Namun, Febi harus menerima keadaannya terbaring di atas kasur dan mendapatkan perawatan intensif dengan penyakit yang dideritanya. Febi punya berat badan tidak lebih dari 6 kilogram.
Tak hanya gizi buruk, balita ini juga tidak bisa menggunakan indra penglihatannya atau mengalami kebutaan dan pergerakannya terbatas.
- Bekerjasama dengan Puskesmas Minasa Upa, Alfamidi Edukasi Orang Tua Balita di Makassar
- Ganti Popok Anak di Atas Meja Restoran, Netizen: Harus ditegur, Gapeduli Harus Berantem Atau Adu Mulut
- Motif Balas Dendam, Balita di Makassar Sengaja Dibusur Untuk Memicu Tawuran Antar Kelompok
- Smile Train Indonesia Gandeng Pemerintah Gelar Operasi Bibir Sumbing di Polman
- Balita Gunting Rambut Sendiri Usai Dibully, Ibu Menangis Sakit Hati
Di luar itu semua, Febi memiliki sosok ibu kandung Rahma Nasir yang begitu sayang padanya.
Untuk merawat anak semata wayangnya, Rahma Nasir harus banting tulang dan tak mengenal lelah. Apapun itu, dia akan mengerjakan segala pekerjaan asalkan halal dan menghasilkan uang, guna membiayai pengobatan anaknya.
Kepada terkini.id, Rahma Nasir menceritakan kondisi anaknya. Kata dia, proses kelahiran Febi memang sudah ada kelainan, usia kandungan tidak cukup 9 bulan.
“Sejak lahir memang sudah ada kelainan, dia lahir prematur,”tutur Rahma dengan mata berkaca-kaca saat ditemui Minggu 15 Desember 2019.

Tidak lama setelah lahir, tepatnya umur Febi memasuki enam bulan, ia sudah menderita gizi buruk. Ironisnya, pada kondisi tersebut, sang ayah justru pergi meninggalkan mereka berdua.
“Pas ayahnya tahu penyakitnya, dia meninggalkan kami tidak adami kabarnya sampai sekarang,” kata dia dengan suara yang terdengar berat.
Sejak itu, Rahma harus menghidupi dan membiayai pengobatan anaknya. Berbagai macam pekerjaan telah ia lakoni namun itu tidak pernah cukup karena penghasilannua tidak seberapa.
“Saya hanya bekerja sebagai cleaning service, dan kalau pagi jualan kue, hasilnya Cuma cukup untuk makan, makanya pengobatan anak saya terhenti saya tidak punya biaya lagi,”ungkapnya.
Bahkan, pengobatan Febi sempat berhanti karena BPJS Kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Sidrap dinonaktifkan. Saat memeriksakan anaknya beberapa waktu yang lalu pihak Puskesma menyarankan untuk mengurus BPJS Kesehatan Mandiri.
Beruntung, saat menjalani perawatan di RS Arifin Nu’mang, seluruh biaya pengobatan ditanggung pihak rumah sakit. Kini, Febi masih terbaring lemas dan mendapatkan perawatan intensif.
“Penanganan yang kami lakukan sesuai dengan tata laksana gizi buruk , dengan memberikan formula75 dan formula 100, selama dua mingu dirawat, berat badannya naik 1 Kiloram dari berat awal 4, 9 Kilogram,” terang Risma Ernawati, Kepala Bagian Instalasi Gizi RS Arifin Numang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
