Ada Kasus Gizi Buruk di DKI Jakarta, Kenneth PDIP: Anis Tidak Malu Banggakan JIS

Ada Kasus Gizi Buruk di DKI Jakarta, Kenneth PDIP: Anis Tidak Malu Banggakan JIS

R
Valentino
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Munculnya kasus gizi buruk pada balita di Kalideres, Jakarta Barat menuai kritik. Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth menilai kasus ini bukan kesalahan murni dari Dinas Kesehatan Jakbar tapi karena camat dan lurah yang tidak peka.

“Dinkes Jakbar, sifatnya hanya menerima laporan dan segera langsung melakukan penanganan. Secara prinsip kan tidak mungkin Dinkes Jakbar mengetahui orang yang sakit kalau tidak ada aduan. Seharusnya Camat dan Lurah Kalideres bisa lebih sensitif, mereka bisa memaksimalkan peran RT, RW dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di wilayahnya masing masing,” ucap Kenneth, di Jakarta, Kamis 12 Mei 2022.

Badan organisasi RT, RW dan FKDM memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) cegah dini dan deteksi dini Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (AGT) dimana menjadi katalisator program pemerintah daerah.

Menurut kenneth, seharusnya camat dan lurah harus lebih memaksimalkan perannya dan mengantisipasi sejak awal sehingga tidak ada balita yang mengalami gizi buruk.

“Tugas camat dan lurah lah yang harus mengontrol serta memaksimalkan peran mereka, karena RT, RW dan FKDM pasti mempunyai data yang valid di wilayah masing masing. Saran saya perlu ada evaluasi karena seharusnya pejabat setempat tahu kondisi masyarakat setempat,” kata kenneth.

Baca Juga

Perlu diketahui, anak balita berusia dua tahun di Jalan Lingkungan Hidup III, Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat mengalami gizi buruk sejak awal bulan April 2022. 

Kenneth sangat menyayangkan kejadian tersebut dimana DKI Jakarta memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tinggi dibanding dengan provinsi lain.

“Ini peristiwa yang sangat dramatis dan sangat miris, sekelas kota besar seperti Jakarta masih ada seorang balita yang mengalami gizi buruk, Saya selaku Anggota DPRD yang terpilih dari daerah pemilihan Jakarta Barat merasa sangat sedih dan terpukul, seharusnya hal ini tidak perlu terjadi jika pemimpinnya fokus dalam memperhatikan warganya,” ujar Kenneth.

Mengutip dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta pada 2020, masih kepimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jumlah balita yang mengalami kekurangan gizi sebanyak 6.047 balita.

Dalam kasus gizi buruk, wilayah Jakarta timur memiliki kasus tertinggi sebanyak 1.826 balita, jakarta Selatan 803 balita, Jakarta Pusat sebanyak 989 balita, Jakarta Barat 1.823 balita, dan Jakarta Utara 498 balita.

Menurut Kenneth penyebab gizi buruk pada anak disebabkan banyak faktor salah satunya adalah masalah ekonomi yang mengakibatkan gizi pada anak tidak terpenuhi.

“Pandemi COVID-19 membuat sejumlah warga di Jakarta mengalami kesulitan ekonomi, hal itu berdampak terhadap pemberian nutrisi kepada anak-anak balita. Nutrisi yang kurang diberikan kepada balita ini akan memiliki dampak negatif yang sangat panjang. Hal ini secara otomatis akan mengakibatkan balita di DKI Jakarta rentan terkena penyakit,” kata Kenneth.

Dengan adanya kasus ini, Kenneth menyayangkan sikap Anies Baswedan yang sangat membanggakan Jakarta International Stadium (JIS) dan perhelatan ajang balap Formula E, di tengah balita DKI Jakarta yang mengalami gizi buruk.

“Dan yang paling dramatis, Anies masih berani dan tidak malu membanggakan JIS dan Formula E, tapi rakyatnya masih ada yang kekurangan gizi. Anies tidak fokus untuk kesejahteraan masyarakat dan tidak perduli kepada warganya,” tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.