Terkini.id, Internasional – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa hampir setengah juta anak di bawah usia lima tahun (balita) di Yaman terancam meninggal karena kelaparan di tahun ini. PBB melaporkan bahwa Yaman memang menjadi salah satu negara dengan krisis kemanusiaan terburuk, terutama keadaan anak-anak di Yaman banyak yang menderita gizi buruk.
Lebih detail, PBB menyampaikan bahwa ada 2,3 juta anak Yaman terancam untuk menderita gizi buruk dan kelaparan.
Dari angka tersebut, 400.000 diperkirakan akan menderita gizi buruk akut dan berisiko besar meninggal karena kelaparan.
“Angka ini menunjukkan tangisan minta tolong anak-anak dengan gizi buruk dan keluarga yang berjuang bertahan hidup,” ujar David Beasley, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (World Food Program/WFP) pada Jumat, 13 Februari 2021, dilansir dari Reuters.com.
PBB menyampaikan bahwa 80% masyarakat Yaman sekarang bergantung pada bantuan atau sumbangan untuk bisa bertahan hidup.
- Hari Jadi ke-163 Jeneponto, Gubernur Bawa Dukungan Rp10 Miliar, Komitmen Kemajuan Daerah
- Hari Jadi ke-163, Bupati Jeneponto Paparkan Capaian dan Rancang Masa Depan
- Bupati Sidrap Terima KPPG Kendari, Dorong SPPG Capai Level Terbaik
- Ketua DPRD Sulsel Terima Aspirasi Ribuan buruh, Desak Revisi UU Ketenagakerjaan
- Sinergi dan Semangat Kebangkitan di Hari Jadi ke-163 Kabupaten Jeneponto, Sejumlah Tokoh Hadir
Oleh karena itu, PBB menyampaikan semua pihak untuk segera bertindak.
“Meningkatnya angka anak kelaparan di Yaman seharusnya membuat kita langsung bertindak,” kata Henrietta Fore, Direktur UNICEF pada Jumat, 12 Februari 2021 dilansir dari Independent.co.uk.
“Akan lebih banyak anak meninggal setiap harinya jika kita tidak bertindak,” tambah Henrietta Fore.
Ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi kemanusiaan di Yaman begitu buruk yaitu perang, pemanasan global, dan juga ditambah pandemi.
Berdasarkan data PBB, gizi buruk akut di tahun 2021 akan memiliki catatan terparah Yaman sejak dimulainya perang di Yaman.
Untuk diketahui, perang meledak di Yaman saat Houthi mengambil alih pemerintahan sehingga memaksa pemerintah saat itu, Abdrabbuh Mansur Hadi melarikan diri pada akhir tahun 2014.
Negara tetangga Yaman yang kuat seperti Arab Saudi dan negara-negara Uni Emirat Arab lainnya berusaha membantu Yaman mengembalikan pemerintahan sah pada tahun 2015.
Namun, setelah enam tahun berjalan, harapan untuk perang bisa berakhir justru semakin menipis.
Hingga kini, perang terus berjalan sementara anak-anak dan juga ibu hamil terancam gizi buruk.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
