Terkini.id, Soppeng – Curah hujan tinggi selama 2 hari mengakibatkan banjir di Desa Kebo dan 3 Kelurahan di Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Banjir tersebut dikarenakan Sungai Walannae meluap.
Banjir yang terjadi sekitar pukul 01.00 WITA tadi malam, mencapai ketinggian 30 cm hingga 1 meter hingga jalur poros Soppeng menuju Kabupaten Bone dan Wajo putus.
Tak hanya itu, seluruh Desa Kebo yang berada di pinggiran Sungai Walanae juga terkena benjir. Salah satu dusun di Desa Kebo yakni Dusun Watanglompulle, tinggi air sudah mencapai leher orang dewasa.
Bhabinkantibmas Desa Kebo Brigpol Arisal mengatakan daerah yang terendam banjir terparah di Kecamatan Lilirilau berada di Desa Kebo, tepatnya di Dusun Watanglompulle yang airnya sudah mencapai leher orang dewasa.
“Ada 4 kelurahan dan 1 desa terendam banjir, yakni Kelurahan Cabbeng, Macanre, Kelurahan Ujung dan Desa Kebo. Daerah yang terparah berada di Desa Kebo,” ujarnya.
- CJH Soppeng Gagal Berangkat Haji, diketahui tengah mengandung 10 minggu
- Perkuat Jaringan Irigasi, Gubernur Sulsel Groundbreaking Program MYP Irigasi di Soppeng-Bone-Wajo
- Syaharuddin Alrif Pimpin Konsolidasi NasDem Soppeng, Minta kader Dukung Kepemimpinan Suwardi--Selle
- Plafon Ruang Perawatan RSUD Latemmamala Ambruk, Pasien dan Keluarga Dilaporkan Tertimpa Material
- Reses di Lemba, Ketua DPRD Soppeng Janji Segera Pasang Lampu Jalan dan Lensa Cembung
Sementara Camat Lilirilau Andi Agus Salim mengimbau agar warga yang berada di pinggiran sungai tetap berhati-hati karena luapan Sungai Walannae belum bisa diprediksi.
“Masyarakat Desa Kebo agar tetap berhati-berhati untuk adanya banjir. Saat ini kami menghubungi trc untuk membuat posko,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
