Terkini.id, Makassar – Banjir mengepung wilayah Kota Makassar pada Senin, 13 Februari 2023. Sebelumnya hujan mengguyur Ibu Kota Sulawesi Selatan tersebut tadi pagi dengan intensitas tinggi.
Sebagian besar jalan utama di Kota Makassar di rendam banjir dengan ketinggian yang terus meningkat. Banjir juga menggenangi pemukiman warga di Kota Makassar. Banjir tersebut menyebabkan kendaraan yang melintas mogok.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Aminuddin Taware mengatakan siswa yang sudah datang ke sekolah sudah dipulangkan. Ia meminta kepala sekolah menghubungi orang tua murid untuk menjemput anaknya.
“Kita dahulukan keselamatan anak-anak yah. Itu yang lebih utama. Selain anak-anak, tentu pendidik dan peserta didik keselamatan mereka kan itu perlu diperhatikan,” kata Aminuddin, Senin, 13 Januari 2023.
Kendati begitu, ia menuturkan berdasarkan instruksi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto siswa tetap belajar lewat pembelajaran jarak jauh.
- Banjir Landa Sejumlah Wilayah Makassar, Gubernur Sulsel Kerahkan Tim Tagana dan Dinsos
- Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Hadapi Banjir, Air Bersih, dan Sanitasi di Hadapan WRI--RISE Indonesia
- Pemkot Makassar Terjunkan 40 Satgas Drainase Gerak Cepat Bersihkan Saluran Air di Jalan Urip dan Pettani
- Gubernur Sulsel Kirim Bantuan Darurat untuk Korban Banjir di Bantaeng
- Cegah Banjir di Luwu, Gubernur Sulsel Gelontorkan Rp18,7 Miliar untuk Normalisasi Sungai Suli Senilai Rp18,7 Miliar
“Anak-anak tetap belajar, nanti teman-teman guru yang ada di sekolah juga tetap melaksanakan pembelajaran daring,” sebutnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulsel. Cuaca ekstrem diprakirakan terjadi sejak tanggal 12-16 Februari 2023.
“Prakiraan tanggal 12-16 Februari 2023, hujan dengan intensitas lebat yang cenderung berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan,” kata Plh Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Kamal A dalam keterangannya.
Berdasarkan analisis BMKG, kondisi cuaca di Sulsel menunjukkan adanya peningkatan curah hujan.
Terpantau adanya tekanan rendah (low pressure area) di wilayah Australia bagian utara yang menginduksi peningkatan kecepatan angin dan membentuk daerah konvergensi.
“Dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulawesi Selatan,” jelas Kamal.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
