Terkini, Makassar – Polemik sengketa lahan yang melibatkan tiga sekolah dasar di Makassar, yakni SD Inpres Pajjaiang, SD Negeri Pajjaiang, dan SD Inpres Sudiang, terus berlanjut dan berdampak signifikan terhadap proses belajar mengajar para siswa.
Meski telah dilakukan relokasi, sejumlah kendala dan ketidaknyamanan masih dirasakan oleh para siswa dan orang tua.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, mengakui bahwa masalah aset yang belum terselesaikan menjadi kendala utama dalam penyelesaian masalah ini.
“Kami terus berupaya agar proses belajar mengajar tetap berjalan, namun kendala utama adalah status kepemilikan lahan yang masih belum jelas,” ujar Muhyiddin, Senin, 21 Oktober 2024.
Relokasi Sementara, Solusi Sementara
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
- Tersangka Bibit Nenas Sulsel Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara
- Deretan Top Scorer dan Best Player Warnai AAS Cup II 2026
Sebagai solusi sementara, pemerintah kota telah merelokasi ribuan siswa dari ketiga sekolah tersebut ke SD Inpres Kalang Tubung 1 dan SMP Negeri 16 Gowa. Meskipun demikian, relokasi ini tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Beberapa orang tua siswa mengeluhkan kondisi ruang kelas yang kurang memadai dan jadwal belajar yang terganggu.
“Anak saya mengeluh karena kelasnya terlalu penuh dan fasilitasnya kurang nyaman,” ungkap salah seorang orang tua siswa.
“Jadwal belajar yang berubah-ubah juga membuat anak saya kesulitan untuk menyesuaikan diri,” tambah orang tua siswa lainnya.
Ancaman Penghentian Penerimaan Siswa Baru
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
