Terkini, Makassar – Banjir musiman yang kerap menjadi persoalan klasik yang dihadapi Kota Makassar, terutama saat intensitas hujan tinggi mengguyur kota.
Beberapa titik krusial seperti Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di depan Kantor Gubernur Sulsel—hingga kawasan Jalan AP Pettarani, menjadi langganan genangan.
Namun, respons cepat dari Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, terus bergerak mencari solusi penanganan.
Melalui sinergi lintas instansi, penanganan banjir dilakukan secara terstruktur dan menyentuh langsung akar persoalan.
Salah satu langkah konkret terlihat dari gerak cepat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, yang menurunkan tim untuk melakukan pengerukan dan perluasan drainase di titik-titik rawan.
- IKAFE Unhas Ingatkan Ancaman 'Drifting Economy', Stabilitas Bisa Kehilangan Daya Dorong Transformasi
- Honda ADV Chapter Gowa dan Gowata Sakti Motor Gelar Aksi Sosial di Masjid Al Arif
- Kolaborasi dengan Sumitomo Forestry, Summarecon Hadirkan Cluster Rinoka di Makassar
- Pemkab Jeneponto Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional, Tekankan Pendidikan Anti Korupsi dan Integritas
- Kejar Akreditasi Unggul, Prodi D3 Hortikultura Polbangtan Kementan Jalani Asesmen Lapangan
Upaya ini difokuskan pada memperlancar jalur aliran air yang selama ini terhambat, terutama saat curah hujan tinggi.
Dalam upaya menanggulangi genangan air di wilayah-wilayah rawan banjir, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar kembali menggelar kegiatan SIKOPANG (Kolaborasi Stakeholder dalam Penanganan Genangan) pada Minggu (22/6/2025).
Kegiatan kerja bakti lintas instansi ini berlangsung di salah satu titik strategis, yakni di depan Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antarinstansi guna menghadapi tantangan genangan dan potensi banjir, khususnya memasuki musim hujan.
“SIKOPANG adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah kota dengan instansi vertikal dan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi harus dengan kekuatan bersama,” ujar Zuhaelsi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
