Terkini.id, Jakarta– Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli, menanggapi persoalan banjir yang melanda kawasan Kembangan Utara terus menerus.

“Anies malah sibuk pamer penghargaan, sibuk ngurusin balapan.” Tulisnya dalam cuitan di Twitter miliknya @GunRomli, Minggu 17 Juli 2022.
Sebelumnya, banjir kembali melanda kawasan Kembangan Utara, Jakarta Barat. Bencana tersebut membuat banyak warga mengeluh karena daerah rumahnya sering kebanjiran.
Mengutip detik.com. Salah satu warga yakni Sum (51) mengatakan bahwa sering terjadi banjir di kawasan Kembangan Utara.
“Bukan setahun, sebulan, 4 kalian, puasa, takbiran, habis Lebaran, banjir. Capek pikiran, capek tenaga,” katanya, Minggu 17 Juli 2022.
- Roy Suryo akan Diperiksa Lagi, Guntur Romli: Polisi Harus Hentikan Drama Roy Suryo
- Aa Gym Ucap Masalah Terbesar Negeri Ini Akhlak, Guntur Romli: Dia Sebut Istrinya Melahirkan Dengan 'Turun Mesin'
- Guntur Romli Sindir Anies Baswedan: Ahli Menata Kata, Bukan Bekerja
- Guntur Romli Sebut Anies Baswedan Ahli Menata Kata Bukan Bekerja
- Roy Suryo Pakai Penyangga Leher, Guntur Romli: Orang ini Diperiksanya di Rumah Sakit Jiwa Saja
Ia juga mengatakan pada Sabtu 16 Juli 2022 sekitar jam 00.30 WIB ketinggian air sempat mencapai 1 meter lebih.
“00.30 WIB malam, Sabtu, pagi ini habis subuh lah baru surut, air datang semeter lebihan,” ujarnya.
Sementara itu, Sum mengungsi di musala yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia juga berharap agar kawasannya tak tergenang banjir terus menerus.
“Saya ngungsi di musala, saya kepenginnya tidak banjir terus, itu katanya pinggir itu kali dibuka, minta ditutup biar tidak banjir mulu,” tuturnnya.
Tidak hanya itu saja, Kamaludin (49) selaku warga sekitar merasakan hal yang sama. Ia mengatakan bahwa air mulai datang ke rumahnya pada Jumat 15 Juli 2022 pukul 23.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
“Pertama (air) datang sedada, 100 cm, saya ngungsi di RPTRA,” ucapnya.
“(Air mulai surut) jam 02.00 WIB pagi tadi, jadi 50 cm saya ngungsi,” sambungnya.
Ia juga menuturkan bahwa banjir melanda kawasannya sejak dirinya tingga di kawasan tersebut dan tidak ada perubahan apapun.
“Sudah lama sih, sudah semenjak saya di sini sudah 12 tahun tetap saja tidak ada perubahan, saya tidak ngerti. Ada yang lebih parah lagi dulu, cuman 3 tahun terakhir yang lebih parah ini,” katanya.
Ia hanya berharap permasalahan tersebut cepat ditangani agar masyarakat setempat tidak sengsara lagi.
“Harapan saya cepat ditangani lah, ini kan yang sengsara kan masyarakat juga. Yang namanya tiap tahun banjir kan sampai 3 kali, kalau cuman sekali setahun tidak apa-apa, sampai 3 kali, 4 kali setahun. Yang namanya banjir kan capek segalanya, pikiran, ada barang-barang yang kasur ya kan untuk beli yang lainnya kan kasur,” ucapnya
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
