Di Sulawesi Selatan, tren penurunan ICOR hingga tahun 2025 menunjukkan perbaikan efisiensi investasi, namun tercatat masih lebih rendah dibanding nasional.
Sulawesi Selatan saat ini telah memiliki lebih dari 90 IPRO dan sebagian di antaranya telah berstatus clean and clear (CnC).
Namun demikian, realisasi investasi masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesiapan proyek yang belum optimal, keterbatasan pemanfaatan skema pembiayaan alternatif, serta masih terdapat proyek yang belum sepenuhnya selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya reformasi tata kelola investasi daerah, termasuk penyediaan infrastruktur pendukung dan penguatan aspek keamanan serta kepastian berusaha guna mempercepat akselerasi investasi di Sulawesi Selatan. Dalam DTM PINISI SULTAN 2026, disepakati sejumlah rekomendasi dan rencana tindak lanjut, sebagai berikut:
1. Penyelarasan proyek dengan agenda pembangunan nasional dengan fokus pada proyek CnC, termasuk penguatan hilirisasi komoditas unggulan Sulsel seperti nikel, tembaga, kelapa, rumput laut, garam, ikan TCT, udang, kakao, dan kelapa sawit.
- HIGAR Segera Buka Cabang Baru di CPI Makassar, Hadirkan Kelas HYROX dan Spinning
- Cegah Anak Tidak Sekolah, Disdukcapil Bersama Disdikbud Jeneponto Sosialisasikan Pemadanan Data Dapodik, ATS Berbasis NIK
- Air Mata Haru Menetes di Tangan Danrem 141 Toddopuli, Rumah Nyaris Rubuh Kini Kokoh Berkat TMMD Ke-128
- Sulsel Kebagian 25 Sapi Kurban Presiden Prabowo, Gubernur Andi Sudirman: Akan Disalurkan ke Wilayah Prioritas
- Serap Aspirasi Warga Biringkanaya, Anggota DPRD Makassar Odhika Cakra Fokus Kawal Perbaikan Jalan
2. Penguatan kesiapan proyek melalui penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai serta jaminan keamanan dan kepastian berusaha guna meningkatkan daya saing proyek.
3. Pendampingan penyusunan feasibility study (FS) bekerja sama dengan lembaga kredibel untuk meningkatkan kualitas dokumen proyek.
4. Penguatan promosi IPRO melalui forum investasi, one-on-one meeting, dan site visit dengan calon investor potensial, baik domestik maupun internasional.
5. Pengembangan skema pembiayaan alternatif, termasuk penjajakan KPBU, pembiayaan oleh Danantara, optimalisasi kerja sama internasional, serta kemitraan dengan pelaku usaha strategis.
6. Peningkatan kapasitas SDM melalui capacity building penyusunan proposal investasi berstandar internasional guna meningkatkan kualitas project owner.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
