Penguatan kelembagaan juga dilakukan dengan menempatkan Divisi Syariah langsung di bawah supervisi Direktur Utama. Selain itu, pembentukan unit cyber security menjadi langkah strategis untuk menjaga keamanan data dan transaksi nasabah.
KCS Maros yang telah beroperasi sejak November 2009 mencatat kinerja positif dengan total aset mencapai Rp379 miliar.
Tingkat kepercayaan masyarakat juga meningkat, tercermin dari pengelolaan gaji ASN Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bagian dari Dana Pihak Ketiga (DPK), serta keberhasilan migrasi pembiayaan syariah bagi ASN.
Peran KCS Maros juga semakin strategis sebagai mitra pemerintah daerah, antara lain sebagai bank penerima pajak dan retribusi serta penyedia layanan pembayaran di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Maros.
Selain itu, Bank Sulselbar telah menyalurkan KPR subsidi berbasis syariah sebanyak 1.094 unit rumah bekerja sama dengan 15 pengembang.
- Beasiswa Anak Asuh PT Vale Wujudkan Mimpi Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah di Sorowako
- Mercure Wedding Expo 2026 Resmi Dibuka, Paket Pernikahan Mulai Rp25 Juta
- Sambut Umrah Musim Depan, Lion Air Buka 6 Kali Penerbangan Makassar-Saudi Dalam Sepekan
- BookCabin Travel Fair Dimulai dari Makassar, Pengunjung Berburu Promo hingga Fash Sale Tiket Liburan dan Umrah
- HIGAR CPI Resmi Dibuka, Bidik Jadi Pusat Gaya Hidup Sehat Terintegrasi di Makassar
Sebagai bagian dari kawasan strategis Mamminasata, Kabupaten Maros memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Kehadiran KCS Maros diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan keuangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah berbasis syariah.
“Melalui peresmian ini, Bank Sulselbar menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat dengan menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, aman, dan berkelanjutan sesuai prinsip syariah,”tandas H Yulis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
