Terkini, Makassar – Di balik deretan bus yang berhenti beroperasi, ada cerita para eks sopir Mamminasata yang merasa diperlakukan tidak adil. Mereka bukan hanya kehilangan pekerjaan, tetapi juga mempertanyakan praktik ketenagakerjaan yang dianggap penuh kejanggalan.
Salah satu yang mencuat adalah dugaan manipulasi gaji dan absennya laporan ke Dinas Ketenagakerjaan.
Zainal Nurdin, seorang mantan sopir, mengaku dirinya dan 19 rekannya menemukan indikasi selisih gaji yang tidak wajar. Selama bertahun-tahun bekerja, mereka tidak pernah menerima slip gaji.
Dugaan mereka, ada ketidaksesuaian antara yang dilaporkan oleh operator PT Sinar Jaya dan jumlah yang mereka terima.
“Slip gaji itu hak kami, tapi tidak pernah diberikan. Setelah kami telusuri, ternyata benar, ada selisih gaji,” ujar Zainal.
- Lomba Kreativitas Pemuda 2026, Langkah Strategis Bangun Fondasi Masa Depan Jeneponto
- Dari Pintu Membawa Harapan, Satgas TMMD Ke-128 dan Tenaga Medis Hadirkan Layanan Kesehatan
- Menyambung Silaturahmi, Tingkatkan Kinerja, TP PKK Jeneponto Hadiri Monev Imunisasi Zero Dose
- Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh Pesat 6,88 Persen, Diiringi Penurunan Angka Pengangguran
- Tazkiyah Tour Lepas 217 CJH, Jemaah Mendapat Dana Manfaat Belasan Juta Rupiah
Sejumlah mantan sopir mendapatkan informasi dari pihak internal bahwa gaji mereka mungkin lebih rendah dari yang seharusnya dilaporkan.
“Kami mengonfirmasi dari berbagai sumber, dan temuan kami menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian pelaporan gaji,” tambah Zainal.
Kisruh di Balik Pengurangan Koridor
Kisruh ini bermula dari keputusan pengurangan jumlah koridor Teman Bus, yang berujung pada pemutusan kerja bagi puluhan sopir.
Para sopir yang terkena dampak, khususnya 20 orang yang menolak menerima kompensasi, menuntut lebih dari sekadar uang pesangon.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
