Terkini, Makassar – Di balik deretan bus yang berhenti beroperasi, ada cerita para eks sopir Mamminasata yang merasa diperlakukan tidak adil. Mereka bukan hanya kehilangan pekerjaan, tetapi juga mempertanyakan praktik ketenagakerjaan yang dianggap penuh kejanggalan.
Salah satu yang mencuat adalah dugaan manipulasi gaji dan absennya laporan ke Dinas Ketenagakerjaan.
Zainal Nurdin, seorang mantan sopir, mengaku dirinya dan 19 rekannya menemukan indikasi selisih gaji yang tidak wajar. Selama bertahun-tahun bekerja, mereka tidak pernah menerima slip gaji.
Dugaan mereka, ada ketidaksesuaian antara yang dilaporkan oleh operator PT Sinar Jaya dan jumlah yang mereka terima.
“Slip gaji itu hak kami, tapi tidak pernah diberikan. Setelah kami telusuri, ternyata benar, ada selisih gaji,” ujar Zainal.
- Dua Kasus yang Melibatkan Husniah Talenrang Sedang Digarap Polda Sulsel Bersamaan
- Husniah Talenrang Diperiksa di Polda Sulsel Sejak Pukul 13.00 WITA, Kasus Pengadaan Seragam Rp16 M
- Komitmen Dorong Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Jeneponto Hadiri Seminar Evaluasi Proyek Perubahan PKN Tingkat II
- Siswa Asal Makassar Ukir Prestasi Dunia di Panama Amerika
- Diskominfo Makassar Edukasi Pelajar Pulau Bonetambo, Perkuat Literasi Digital dan Pemahaman PP TUNAS
Sejumlah mantan sopir mendapatkan informasi dari pihak internal bahwa gaji mereka mungkin lebih rendah dari yang seharusnya dilaporkan.
“Kami mengonfirmasi dari berbagai sumber, dan temuan kami menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian pelaporan gaji,” tambah Zainal.
Kisruh di Balik Pengurangan Koridor
Kisruh ini bermula dari keputusan pengurangan jumlah koridor Teman Bus, yang berujung pada pemutusan kerja bagi puluhan sopir.
Para sopir yang terkena dampak, khususnya 20 orang yang menolak menerima kompensasi, menuntut lebih dari sekadar uang pesangon.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
