Terkini.id, Makassar – Di era yang sudah serba digital, Anda sebagai pelaku industri atau bisnis harus memiliki digital mindset yang baik untuk mengelola jalannya usaha yang tengah ditekuni. Jika tidak, akan sulit dalam mengelola promosi, menjalankan dan mengembangkan industri yang sedang ditekuni, bahkan mengelola sumber daya manusia yang tersedia. Akibat sulit untuk bersaing di tengah berkembangnya teknologi yang berkembang cepat.
Digital mindset sebagai pola pikir yang berkaitan dengan kesadaran kita sebagai manusia untuk memaksimalkan pemanfaatan peralatan atau teknologi digital yang tersedia.
Tentunya bukan hanya sekadar tahu cara menggunakan teknologi, tetapi juga faham bagaimana cara menggunakan teknologi tersebut, sekaligus mengembangkannya, untuk memudahkan pekerjaan dalam membuat bekerja jadi lebih efektif dan efisien, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas.

Maka dengan itu, Bank Sulselbar konsisten melakukan inovasi digital, salah satunya dengan menggelar kegiatan seru dengan tema “Digital Mindset A Journey To Greatness 2022” dengan menghadirkan pembicara, masing-masing President Director Allo Bank Indonesia, Dr. Ir. Indra Utoyo MSc, Co Founder and Managing Partner at Katalys Partners, dan CEO Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan.
Digital Mindset A Journey To Greatness 2022 tersebut diselenggarakan secara hybriud di kantor Pusat Bank Sulselbar Jalan Ratulangi pada Sabtu 8 Oktober 2022 itu dibuka langsung oleh Direktur Operasional dan IT Bank Sulselbar, Irmayanti Sulthan.
- Gema Haji 2026, Bank Sulselbar Dorong Perencanaan Haji Sejak Dini
- Bank Sulselbar Resmikan KCS Maros, Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah
- Bank Sulselbar Tancap Gas, KCS Maros Resmi Jadi Pusat Layanan Syariah
- Perkuat Literasi Syariah, Bank Sulselbar Raih Dua Penghargaan OJK
- Bank Sulselbar Umumkan Pemindahan Alamat Payment Point Samsat Mamuju Tengah Mulai 31 Maret 2026
Dalam sambutannya saat membuka acara, Irmayanti Sulthan mengatakan leader adalah kunci dari transformasi, dan di era digital ini leadership style harus berubah. Tidak lagi hanya memberi order (direction), tetapi lebih mengencourage bawahan untuk lebih inovatif dan kreatif.
“Karena era semakin cepat dan dinamis,” jelasnya.
Ia juga mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah agar Bank Sulselbar bisa menciptakan value dan customer experience yang lebih baik kepada seluruh nasabah.
“Pimpinan harus agile, tetapi juga tetap mampu membangun pagar-pagar risiko dengan baik, agar bank tetap tumbuh secara sehat dan kuat,”beber Yanti demikian panggilan akrab Irmayanti Sulthan.
Masih kata dia, di era yang serba digital dewasa ini diharapkan agar tidak ketinggalan, seluruh bisnis tentunya juga harus mengikuti perkembangan.
“Jadi, hal inilah yang menjadi alasan Bank Sulselbar, secara aktif terus mengembangkan produk dan layanan perbankan dengan dukungan teknologi digital untuk memudahkan kebutuhan nasabah dan masyarakat,” imbuhnya.
Yanti juga menyebutkan salah satu strategi Bank Sulselbar dalam mendorong digitalisasi adalah dengan memperbanyak layanan digital di kantor-kantor cabang yang sebelumnya masih dilakukan menggunakan loket antrian.

“Kini, serba digital. Mengumpulkan dan menganalisa data untuk lebih memahami kebutuhan nasabah eksisting sambil melihat peluang untuk akuisisi nasabah baru dengan menunjukkan transformasi digital dari Bank Sulselbar yang sudah ramah dengan kalangan milenial,”urainya.
Lanjut Yanti menyampaikan bahwa Bank Sulselbar sejak tahun 2017 sudah menerapkan digitalisasi layanan, salah satunya menerapkan ETP melalui implementasi TNT atau SP2D online dane-SPB.
“Tak hanya itu, Bank Sulselbar menggandeng Dompet Anak Bangsa (Gopay), Tokopedia pembayaran PBB dan pajak kendaraan bermotor (PKB). Lalu, pada 2021 bekerja sama dengan Ovo dan Shopee untuk penerimaan pembayaran PBB, PKB, retribusi dan pajak lainnya,” pungkasnya.
“Nah, kini semuanya lebih digitalisasi dengan adanya sistem pembayaran lewat QRIS. Kami terus mengembangkan ekosistem digital tidak saja pada pemerintah daerah, tapi juga masyarakat luas,” sambung Yanti.
“Dan apa yang menjadi harapan dari gubernur dan pemerintah kabupaten kota itu merupakan stakeholder Bank Sulselbar, elektronisasi transaksi pemerintah daerah itu tidak terbatas pada transaksi biasa saja tetapi juga untuk memudahkan monitoring dan jadinya akurasi data, kecepatan data, kecepatan transaksi serta pelaporan untuk perpajakan semuanya sudah diwujudkan secara bertahap,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
