Terkini, Makassar – Jamsostek Award 2026 menjadi momentum bagi PT Bank Sulselbar untuk memperkuat inovasi dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam sesi wawancara Jamsostek Award 2026 yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari proses penilaian terhadap pemerintah daerah dan badan usaha yang berkontribusi mewujudkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ).
Dalam sesi tersebut, tim asesor memberikan sejumlah masukan kepada Bank Sulselbar agar terus mengembangkan inovasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun layanan perbankan yang dapat mendukung pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary PT Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, mengatakan berbagai masukan dari tim asesor menjadi motivasi bagi perusahaan untuk menghadirkan program yang lebih inovatif dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Asesornya sangat menantang. Mereka mendorong kami untuk lebih berinovasi dari sisi CSR dan mengedukasi para pemegang saham kami, khususnya kepala daerah, agar lebih aktif mengalokasikan CSR untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan,” ujar Hartani.
- Siapkan 8 Pilot Kapal Ahli di Indonesia Timur, PJM Gandeng TNI AL dalam Pendidikan Pandu Tingkat II
- Fadli Padi Kunjungi Urban Farming yang Dikelola Disabilitas
- Harmoni PT Vale dengan Masyarakat Adat di Wonua Mekongga, Satukan Persepsi-Jaga Keberlanjutan Sosial
- Gakkum Sulawesi Dalami Jaringan Mafia Perambahan Hutan Loeha, Kedok APL Mulai Tersingkap?
- 85 Peserta Jamnas XII Kwarcab Jeneponto Tiba di Buperta Cibubur
Selain memperkuat program CSR, tim asesor juga mendorong Bank Sulselbar memanfaatkan produk pembiayaan dan penyaluran kredit sebagai salah satu instrumen untuk memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Mereka meminta kami agar baik kredit maupun pendanaan bisa dicarikan peluang-peluang pasar yang dapat meng-cover pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan. Intinya, mereka menantang kami agar menghadirkan inovasi yang lebih signifikan dalam memperluas perlindungan pekerja,” katanya.
Hartani menjelaskan, Bank Sulselbar telah menjalankan program perlindungan pekerja rentan selama dua tahun terakhir.
Melalui program tersebut, para pegawai didorong untuk mendaftarkan pekerja informal di lingkungan sekitar mereka, seperti pengemudi bentor, petugas kebersihan, hingga asisten rumah tangga sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Saat ini programnya sudah berjalan. Beberapa pegawai kami menyertakan dua hingga tiga pekerja rentan di sekitar mereka, seperti pengemudi bentor, tukang sapu, atau asisten rumah tangga,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
