NA: Pemegang Saham Menginginkan Dirut Bank Sulselbar Dicopot

Nurdin Abdullah dan DIrut Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat.(ist)

Terkini.id, Makassar – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Sulselbar yang digelar Rabu 4 September 2019 membahas beberapa keputusan penting.

Salah satunya mengevaluasi kinerja bank pembangunan daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tersebut.

Usulan untuk memberhentikan Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat bahkan menjadi salah satu pembahasan.

Nurdin Abdullah yang ditemui usai RUPS menyebutkan, pemegang saham menginginkan Dirut diberhentikan.

“Pemegang saham menginginkan pemberhentian Dirut,” terang Nurdin Abdullah usai RUPS LB di Four Points by Sheraton, Rabu 4 September 2019.

Meski begitu, RUPS yang dihadiri 32 kepala daerah di Sulsel dan Sulbar tersebut tetap memberikan kesempatan kepada direksi Bank Sulselbar untuk memberikan penjelasan.

Nurdin Abdullah tidak menyebutkan alasan-alasan terkait usulan pemberhentian.

Namun, dari sejumlah indikator keuangan, bank pembangunan daerah ini justru mencatatkan akselarasi kinerja yang tumbuh pesat. Di tengah rencana upaya pemegang saham merombak pengurus perusahaan.

Dari sisi aset, BPD Sulselbar mencatat peningkatan aset hingga 24,53 persen secara year to date menjadi sebesar Rp 25,6 triliun atau mencapai 17 persen dari total aset industri perbankan di Sulsel pada semester 1 2019.

Bank Pembangunan Daerah ini juga sukses melalui proses menjadi bank devisa yang cukup cepat.

“Kita tinggal menunggu jawaban Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa mendapat izin. Kesiapan menjadi bank devisa, seperti software, sarana pendukung seperti server, hingga SDM telah disiapkan,” terang Dirut Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat.

Upaya untuk mengurus bank devisa itu cukup cepat, karena Bank Sulselbar cuma butuh waktu kurang lebih 9 bulan. Sementara, bank-bank lain bisa butuh waktu hingga dua tahun.

Sekprov Sulsel Diusul Jadi Komisaris Utama

Selain usulan pemberhentian Andi Muhammad Rahmat, RUPS LB juga mengusulkan satu nama calon Komisaris Utama yang akan menggantikan Ellong Tjandra.

Untuk diketahui, periode jabatan Ellong Tjandra akan berakhir pada Januari 2020 mendatang.

Satu-satunya calon Komisaris Utama yang diusulkan untuk mengikuti fit and proper test tersebut adalah Sekretaris Provinsi Sulsel, Hayat Gani.

Berita Terkait
Komentar
Terkini