Masuk

Bantah Ambil Untung Bisnis PCR, Luhut Sebut Ada Motif Politik di Balik Pelaporannya ke KPK

Komentar

Terkini.id, Jakarta  Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut adanya unsur politis dibalik tudingan terhadap dirinya mengambil keuntungan dari bisnis PCR.

Hal tersebut ia sampaikan melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi yang mengatakan bahwa tudingan tersebut sengaja dilakukan apalagi sampai dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita tahu ini semua didasari latar belakang politis untuk kepentingan kelompok tertentu,” kata Jodi mengutip Tribun News, Senin 8 November 2021.

Baca Juga: KPK Resmi Tahan Hakim MA Yakni Gazalba Saleh

Kendati demikian, Jodi mengatakan pihaknya menghargai laporan yang dilayangkan tersebut ke KPK soal dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis PCR.

“Tidak ada masalah. Itu merupakan hak semua kelompok untuk mengadukan ke KPK,” kata Jodi.

Diberitakan sebelumnya mengenai kabar soal perusahaan penyedia alat tes PCR yang sebagian sahamnya terafiliasi perusahaan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, terus bergulir hingga menjadi polemik nasional.

Baca Juga: Rocky Gerung Singgung Pemberontakan G30S PKI usai Luhut Bantah Indonesia Dikuasai China

Dalam perusahaan tersebut, Luhut diketahui memiliki saham di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) yang secara tak langsung melalui dua perusahaan tambang dan terafiliasi dengannya, yakni PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi.

Namun, Jodi membantah isu yang beredar dan mengatakan bahwa Luhut tidak pernah mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan oleh PT GSI.

“Sampai saat ini, tidak ada pembagian keuntungan dalam bentuk dividen atau bentuk lain kepada pemegang saham,” jelas Jodi.

Lebih lanjut, Jodi juga menjelaskan bahwa Luhut hanya memiliki saham kurang dari 10 persen di Toba Bumi Energi, anak perusahaan Toba Bara Sejahtera yang ikut menggenggam saham di PT GSI. Bukan hanya Luhut, Jodi menyebut  terdapat 9 pemegang saham yang berinvestasi di GSI.

Baca Juga: KPK Sambut Baik Ajakan Mahfud MD untuk Berantas Mafia Tambang

“Jadi, Pak Luhut tidak memiliki kontrol mayoritas di TBS, sehingga kita tidak bisa berkomentar terkait Toba Bumi Energi,” katanya.

Selain itu, Jodi juga membeberkan alasan kenapa perusahaan Luhut ikut patungan membentuk PT Genomik Solidaritas Indonesia. Ia mengatakan ha itu semata dilakukan untuk tujuan sosial, bukan mengejar keuntungan bisnis.

“Jadi tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtra di GSI,” jelas Jodi.

Sebaliknya, Jodi menyebutkan bahwa dengan PT GSI pula Luhut memiliki banyak sumbangsih memberikan tes swab gratis untuk membantu pemerintah. Terlebih pada masa-masa awal pandemi tahun 2020, Indonesia masih terkendala dalam hal penyediaan tes covid-19 untuk masyarakat.

“Saya lihat keuntungan mereka malah banyak digunakan untuk memberikan tes swab gratis kepada masyarakat yang kurang mampu dan petugas kesehatan di garda terdepan,” ujar Jodi.