Terkini.id,Makassar – Hujan deras tiga hari terakhir yang disertai angin kencang membuat Kota Makassar dan 6 kabupaten di Sulawesi Selatan diterjang banjir. Dimana sebuah jembatan dan sejumlah rumah warga terseret arus deras dari aliran Sungai Jeneberang Gowa.
Tidak hanya itu, sebagian wilayah di Kota Makassar juga terendam banjir bahkan di Jeneponto puluhan rumah dikabarkan hanyut akibat curah hujan yang tinggi.
Ratusan rumah warga terendam banjir
Ratusan rumah penduduk terendam banjir, bahkan warga sebagian mulai mengungsi ke rumah keluarganya yang tidak terendam banjir.
Direktur Rumah Sakit Umum Wisata UIT, dr Marhaen Hardjo mengatakan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir, tanah longsor dan angina puting beliung, pihak rumah sakit umum Wisata UIT Makassar bergerak cepat membentuk tim medis peduli bencana banjir.
“Kami sengaja membentuk tim dokter untuk membantu korban bencana banjir, longsor dan angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan,”jelas Marhaen.
Lanjut dr Marhaen menyampaikan bahwa banjir terparah di Kota Makassar berada di Kelurahan Paccerakkang dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Demikian pula beberapa wilayah di enam Kabupaten di Sulsel yakni, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep dan Barru.
Hujan deras dan air kiriman gunung Bawakaraeng
Menurut Marhaen, selain air hujan yang cukup deras, air kiriman dari pegunungan Bawakaraeng yang mengalir di sungai-sungai enam kabupaten ini meluap.
“Dampaknya sebuah jembatan yang berdekatan dengan Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa ambruk terbawa derasnya arus Sungai Jeneberang yang airnya berasal dari pegunungan Bawakaraeng,” pungkas Marhaen yang juga Pakar Stem Cell Alumni Jepang ini.
Siapkan tenaga tim medis dan Paramedis
Sementara Kepala Divisi Non Medik RSU Wisata UIT, dr Wachyudi Muchsin SH, menyebutkan bahwa Rumah Sakit Umum Wisata UIT menyiapkan tenaga medis untuk membantu korban bencana alam banjir yang saat ini ketinggian air di Bendungan Bili-bili pun sudah hampir sampai pada ambang batas yakni 103 meter.
“Kami dari tim medis yang terdiri dokter serta paramedis ikut mendukung yang sudah dibentuk oleh pemerintah baik tingkat propinsi atau kota Makassar,” imbuh dokter Yudi yang juga Humas Ikatan Dokter Indonesia Kota Makassar ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
