Terkini.id, Makassar – Penyebaran Corona Virus Disease-19 (COVID-19) di Indonesia menunjukkan angka yang semakin memprihatinkan setiap harinya. Keadaan tersebut telah berdampak pada sisi mobilitas manusia, yang sudah harus mulai dibatasi dengan adanya anjuran Social Distancing atau yang kini berubah menjadi Physical Distancing menurut World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia.
Hal itu membuat pemerintah menutup sekolah, juga perguruan tinggi, yang menggantinya dengan pembelajaran online sebagai salah satu langkah preventif dalam menghentikan penyebaran pandemik virus COVID-19.
Tak terkecuali Universitas Negeri Makassar (UNM) yang sudah memulai perkuliahan online sejak 17 Maret 2020. Perkuliahan online tentunya membutuhkan jaringan internet yang awalnya mungkin dapat membebani mereka yang tidak punya koneksi bagus, atau harus membeli kuota internet demi bisa tetap mengikuti pembelajaran online.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UNM, Husain Syam mengeluarkan surat edaran dengan nomor: 933/UN36/TU/2020 pada Rabu, 8 April 2020. Salah satu poin dari surat edaran menjelaskan adanya bantuan kuota internet secara gratis bagi seluruh mahasiswa UNM.
Namun bantuan kuota internet yang dijanjikan UNM tak kunjung dirasakan oleh mahasiswa. Hal ini bertentangan dengan pernyataan Rektor UNM dalam sebuah video yang beredar di media sosial yang menerangkan bahwa seluruh mahasiswa UNM baik yang berada di kampung maupun di Makassar telah menerima bantuan kuota internet.
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
- Tersangka Bibit Nenas Sulsel Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara
- Deretan Top Scorer dan Best Player Warnai AAS Cup II 2026
“Saya selaku mahasiswa UNM sama sekali belum mendapatkan kouta subsidi dari kampus, padahal wacana soal kuota gratis untuk menopang kuliah daring atau online ini sudah mencuat dari bulan lalu dan anehnya asumsi yang di luncurkan pimpinan kampus soal 34.000 mahasiswa yang mendapatkan bantuan kouta tersebut. Padahal jumlah Mahasiswa UNM di pangkalan data Kemenristekdikti 29.605. Bahkan nama mahasiswa yang tercantum di media cetak mengaku kalau ia tidak pernah sama sekali diwawacarai soal kouta tersebut tiba-tiba saja namanya muncul di media cetak, itu beberapa info dari kawan kawan,” ungkap Yenni Yuliani, salah satu mahasiswa UNM.
Hal senada dikemukakan Nugrawati, dari prodi Administrasi Perkantoran turut mengeluhkan hal yang sama terkait berbagai berita bantuan kuota internet yang telah diberikan Husain Syam.
“Merujuk dari surat kabar terbitan tribun katanya sudah ada 34.000 mahasiswa yang memperolah kuota tersebut, namun merujuk data dari pangkalan data, jumlah mahasiswa aktif saat ini hanya sekitar 29.000 saya juga bingung mengapa banyak selisih dari keduanya. Selanjutnya terkait kebenaran telah terealisasinya kebijakan itu belum ada kejelasan pasti hingga saat ini, namun sebagian besar mahasiswa yang saya tahu termasuk saya belum memperoleh sepeserpun, bahkan yang katanya subsidi tersebut telah dijalankan bulan lalu namun hingga saat ini saya belum memperoleh apapun,” ungkapnya.
Sikap Rektor UNM tersebut menuai banyak kecaman dari mahasiswa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
