Terkini.id, Makassar -Terkini.id, Makassar – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Khadijah Iriani mengakui banyak pelaksanaan proyek yang mandek. Sehingga, kata dia, hal tersebut berdampak terhadap kinerja dari masing-masing OPD yang terus menurun.
“Kalau begini janganmi kasi anggaran tahun depan. Apalagi ada serapan anggaran yang lain juga belum berjalan,” kata Iriani, Selasa, 5 November 2019.
Menurutnya, seluruh proyek infrastruktur memang mengalami keterlambatan lantaran adanya pihak lain yakni Unit Layanan Pengadaan (ULP). Sehingga sangat sulit menyinkronkan proyek-proyek tersebut melalui ULP.
Dia menilai beberapa kegiatan di ruang lingkup pemerintah Kota Makassar nampak jalan hanya sebatas seremonial semata lantaran tak ada proyek yang bisa berjalan.
Iriani menuturkan mandeknya beberapa pekerjaan di Pemkot tidak mengakibatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).
- Tiga Pekerja Terbawa Arus Air di Lokasi Proyek Bendungan Pamukkulu Takalar
- Aparat Hukum Perlu Turun Mengusut PPK Yang Mempersulit Tender Proyek
- DPR Memutuskan Pembatalan Proyek Pengadaan Gorden Rp 43,5 M
- Kisruh Lahan di Desa Wadas, Bupati Purworejo: Jangan Ada Pihak Luar yang Ikut Campur!
- Penghina Orang Betawi Coba Kabur Usai Videonya Viral di Medsos, Polisi: Sudah Kami Tangkap
“Apa juga mau nakerja, sekarang saja sudah bulan November. Belum tentu juga itu nanti jadi silpa, karena bagaimana mau ada silpa sedangkan defisitnya saja sudah ada Rp300 miliar,” tandasnya.
Iriani, mengatakan jika pihak Bappeda hanya memonitoring sejauh mana serapan anggaran di masing masing SKPD dan pada umumnya kendala yang dihapi sehingga banyak pekerjaan mandek adalah pada proses lelangnya.
“Seperti Dinas Kesehatan, Pendidikan, dan PU masih banyak, tidak bisa diserap anggarannya karena faktor itu ada pihak lain yaitu ULP karena harus melalui proses lelang,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
