Banyak yang Salah Artikan, Ini Arti Takjil yang Sebenarnya

Banyak yang Salah Artikan, Ini Arti Takjil yang Sebenarnya

R
Sri Wahyuni
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Menu buka puasa sering juga disebut dengan takjil. Padahal arti sesungguhnya ternyata tidak berkaitan dengan makanan.

Kata takjil berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘ajila yang memiliki arti menyegerakan. Walau begitu, kata takjil juga sudah di serap di dalam bahasa Indonesia serta masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pada KBBI tersebut, takjil diartikan mempercepat (buka puasa).

Hingga, arti dari takjil adalah segera untuk membatalkan puasa dengan makanan pembuka, dikutip dari Suara.com, jaringan Terkini.id

Agar sesegera mungkin membatalkan puasa ketika waktunya telah tiba memang sudah menjadi anjuran Nabi. Hal tersebut seperti hadits sebagai berikut:

“Orang akan selalu baik (sehat) apabila ia menyegerakan berbuka”, kutipan HR Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad tentang sabda Nabi Muhammad SAW agar umat Islam menyegerakan berbuka puasa.

Bertujuan agar memberi manfaat besar bagi tubuh yang telah lebih dari 12 jam tak mendapat asupan makanan ataupun cairan.

Ketika tidak menyegerakan meminum air setelah adzan magrib berkumandang, maka dikhawatirkan tubuh akan menjadi sakit karena dehidrasi.

Serta sangat dianjurkan untuk berbuka puasa menggunakan makanan ataupun minuman manis contohnya susu, kurma dan air.

Tetapi, masyarakat Indonesia kini telah terlanjur menyebutkan istilah takjil diluar dari makna yang sesungguhnya.

Pada perkembangannya, takjil diberi makna sebagai hidangan pembuka pada saat buka puasa.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.