Bappeda Makassar Geram Lantaran Kelurahan Tidak Bekerja Maksimal

Bappeda Makassar Geram Lantaran Kelurahan Tidak Bekerja Maksimal

K
EP
Kamsah
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Khadijah Iriani geram terhadap kinerja sejumlah kelurahan di Kota Makassar.

Hal itu merespons kerja pihak kelurahan yang tidak maksimal, sehingga dana kelurahan di termin kedua tidak turun dari pusat.

Iriani mengatakan, setiap kelurahan di Kota Makassar mendapat jatah anggaran Rp54 miliar dari APBN. Pada termin pertama lalu, anggaran telah diserahkan sebesar Rp27 miliar.

“Pada termin kedua pemerintah pusat belum mencairkan anggaran kelurahan untuk sisanya dari sebesar Rp27 miliar,” kata dia.

Iriani bahkan menyebut bahwa salah satu alasan pemerintah pusat belum mencairkan sisa anggaran tersebut lantaran kelurahan dianggap belum melakukan kerja.

Baca Juga

“Tadi saya sudah marahi semua ini kelurahan. Kita kan disiapkan oleh pusat Rp54 miliar, tapi ini baru Rp27 miliar, belum mampu diserap. Sehingga kita tidak ketemu lagi Rp27 miliar,” jelas Iriani.

Ditambahkan Iriani, padahal saat ini kelurahan sudah harus melakukan kerja secara maksimal. Sebab anggaran yang enggan diturunkan pemerintah pusat.

Akibat dari dampak tidak turunnya sisa anggaran kelurahan sebesar Rp27 miliar tersebut akhirnya pihak pemerintah kota pun harus menalanginya terlebih dahulu.

“Dana untuk kelurahan harus jalan. Ini kita tidak jalan sehingga kita defisit. Sehingga itu akhirnya harus kita talangi sendiri,” pungkasnya.

Saat berita ini diturunkan, sejumlah lurah yang dihubungi untuk dimintai keterangan enggan berkomentar terkait hal tersebut.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.