Bau Banget! Perut Ikan Paus Sperma ini Meledak, Darah dan Jeroan Berserakan di Tengah Kota

Bau Banget! Perut Ikan Paus Sperma ini Meledak, Darah dan Jeroan Berserakan di Tengah Kota

R
Raja Ade Romania
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Seekor ikan paus seberat 50 ton meledak ketika diangkut truk besar dalam perjalanan ke pusat penelitian di Kota Tainan, Taiwan.

Meskipun kejadian ledakan Paus itu telah terjadi 18 tahun lalu, sepertinya warga Taiwan masih belum bisa melupakan insiden ledakan yang menebarkan bau amis di jalan protokol Tainan.

Sejumlah mobil, motor, pejalan kaki, dan gedung-gedung dihujani campuran darah, jeroan, dan daging yang berasal dari ikan paus sperma.

Dilansir Terkini.id melalui Zona Priangan, insiden itu terjadi pada 26 Januari 2004. Orang, mobil, dan gedung-gedung dilumuri oleh darah dan jeroan ikan paus sperma dalam sekejap mata.

Anehnya, ledakan seperti itu adalah fenomena yang cukup umum pada paus, yang disebabkan oleh tekanan gas yang menumpuk di dalam mamalia saat ia mulai membusuk.

Paus sperma yang mati telah dikumpulkan dari pantai Taiwan dan dibawa untuk digunakan untuk tujuan pendidikan dan penelitian, lapor Express yang dikutip Daily Star.

Cuplikan dari adegan mengerikan menunjukkan penduduk setempat mengenakan topeng saat mereka membersihkan kekacauan yang sangat besar – dan beberapa terlihat mencari waktu untuk sesi foto cepat.

Saksi mata pada saat itu menggambarkan “darah dan barang-barang lainnya” berbau “sangat mengerikan”.

Untungnya, terlepas dari ledakan itu, paus itu masih cukup bersama bagi para ahli biologi kelautan untuk melanjutkan penelitian yang direncanakan.

Profesor Wang Chien-ping, dari Universitas Nasional Cheng Kung di Tainan, mengatakan paus itu memiliki berat 50 ton dan panjang 17 meter.

Ini adalah paus terbesar yang pernah tercatat di Taiwan.

Profesor Wang menjelaskan: “Karena proses pembusukan alami, banyak gas terakumulasi, dan ketika tekanan terlalu besar, perut paus meledak.”

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.