China Pede, Klaim Bisa Lumpuhkan Sistem Pertahanan Taiwan Sokongan AS

Terkini.id, Beijing – China pede, klaim bisa lumpuhkan sistem pertahanan Taiwan sokongan AS. Perseteruan antara China dan Taiwan masih terus menuai polemik. Kabar terkini, Kementerian Pertahanan China dalam laporan terbarunya mengklaim sanggup melumpuhkan sistem pertahanan udara Taiwan sokongan Amerika Serikat (AS).

Pemerintahan Negeri Tirai Bambu itu juga bilang sepenuhnya memantau penyebaran militer seteru sedarah mereka, Taiwan.

Dalam salinan laporan yang dikutip Reuters via kontan.co.id, Jumat 3 September 2021, China melaporkan dapat meluncurkan serangan perangkat elektronik lunak dan keras untuk memblokir komunikasi di bagian barat rangkaian kepulauan Taiwan.

Baca Juga: Mahkamah Agung Membatalkan Nilai Hak Aborsi, Billie Eilish: Hari yang...

Dokumen itu tampaknya merujuk pada sejumlah pulau yang membentang dari kepulauan Jepang, melalui Taiwan dan turun ke Filipina.

Dijelaskan, China dapat meluncurkan serangan kabel dan nirkabel terhadap internet global, yang pada awalnya akan melumpuhkan pertahanan udara Taiwan, komando laut, dan kemampuan sistem serangan balik.

Baca Juga: Ternyata Sunat Juga Umum Bagi Orang Amerika

Dilansir dari Sputnik News, China telah meningkatkan kemampuan pengintaiannya menggunakan Sistem Satelit Navigasi Beidou (BDS), yang diungkapkan Kementerian Pertahanan Taiwan sebagai tanggapan Beijing terhadap GPS milik AS.

Kehadiran Beidou menunjukkan, China dapat memantau pengerahan militer di sekitar Taiwan dengan memanfaatkan penggunaan pesawat mata-mata, drone, dan kapal pengumpul intelijen China.

Kementerian Pertahanan Taiwan menilai, saat ini China memposisikan dirinya sebagai negara yang dapat menunda intervensi militer asing dalam konfliknya dengan Taiwan.

Baca Juga: Ternyata Sunat Juga Umum Bagi Orang Amerika

China selama beberapa dekade ini terus menekan Taiwan untuk kembali ke pangkuannya atas dasar politik ‘Satu China’, ajakan yang selalu ditolak Taiwan dengan prinsip demokrasinya.

China bahkan telah memperingatkan, mereka akan melakukan segala upaya untuk mendapatkan pulau itu kembali, termasuk penggunaan kekuatan militer.

Bagikan