Tekan China, Amerika Serikat Jual Senjata Utama Ke Taiwan

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Tekan China, AS jual senjata utama ke Taiwan

Terkini.id – Ketegangan antara Taiwan dengan China berpotensi semakin memanas setelah Amerika Serikat berencana untuk menjual tujuh sistem persenjataan utamanya ke Taiwan.

Tujuh sistem senjata utama yang akan dijual AS ke Taiwan meliputi ranjau, rudal jelajah, hingga drone.

Penjualan tujuh senjata utama merupakan hal langka yang dilakukan AS, di mana penjualan senjata ke Taiwan sebelumnya dibatasi dan dikalibrasi dengan hati-hati guna meminimalkan ketegangan dengan Beijing.

Sejak tahun 2020 pemerintahan Trump menjadi lebih agresif terhadap China.

Penjualan senjata ke Taiwan ini dilatarbelakangi hubungan antara Beijing dan Washington berada pada titik terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Menarik untuk Anda:

Paket senjata dari Lockheed Martin Co, Boeing dan General Atomics sedang bergerak melalui proses ekspor, kata tiga orang yang mengetahui status kesepakatan tersebut dan pemberitahuan kepada Kongres AS akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menolak untuk berkomentar. Melihat agresivitas China di Selat Taiwan, “tidak ada keberimbangan kekuatan saat ini. Ini tidak seimbang.Dan saya rasa itu berbahaya,” Ungkap salah seorang pejabat senior AS. Dikutip dari m.dw.com.

Gedung Putih telah melakukan upaya untuk mengekspor senjata ke pihak sekutu AS, mencoba untuk meningkatkan pertahanan mereka, dan mengurangi ketergantungan pada pasukan AS.

Pada awal agustus Reuters telah melaporkan bahwa Washington sedang merundingkan penjualan setidaknya empat drone canggihnya ke Taiwan dengan harga sekitar 600 juta dolar AS atau sekitar Rp 8,9 triliun.

Taiwan berkomitmen perkuat militer Pada saat yang bersamaan, keinginan Taiwan untuk membeli senjata meningkat setelah Tsai Ing-wen terpilih Kembali menjadi presiden pada Januari lalu dan telah menjadikan penguatan pertahanan Taiwan sebagai prioritas utama pemerintahannya.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan isu yang dilaporkan itu adalah “asumsi media”.

Militer Taiwan terlatih dan dilengkapi peralatan dengan baik, dengan sebagian besar perangkat keras buatan AS, tetapi China memiliki keunggulan jumlah personel yang sangat besar dan menambahkan peralatan canggihnya sendiri.

Pemerintahan di Beijing yang mengklaim kawasan itu berada di bawah otoritas China, mengecam dukungan pemerintah Trump terhadap kawasan tersebut.

Pejabat AS tiba di Taiwan Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS dilaporkan tiba di Taiwan pada hari Kamis 17 September 2020 untuk melakukan kunjungan kerja selama tiga hari.

Kedatangannya ke Taiwan telah mendapat peringatan dari China.Wakil Menteri Luar Negeri AS, Keith Krach juga dijadwalkan bertemu Presiden Taiwan.

Tsai Ing-wen dan pejabat senior lainnya.Krach yang mengurusi sektor pertumbuhan ekonomi, energi dan lingkungan, merupakan pejabat tertinggi dari Departemen Luar Negeri AS yang mengunjungi pulau itu.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

UU Cipta Kerja Merusak Hutan dan Merugikan Buruh ?

Sekolah Teknologi Informasi Terpadu Pesantren Matahari Agendakan Hari Santri

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar