Beberkan Empat Tokoh Pengganti Megawati, Pengamat: Tetap dari Keturunan Soekarno

Beberkan Empat Tokoh Pengganti Megawati, Pengamat: Tetap dari Keturunan Soekarno

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pengamat Politik, Jamiluddin Ritonga membeberkan empat tokoh yang siap menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP. Keempat tokoh tersebut menurutnya masih merupakan keturunan dari Soekarno.

Jamiluddin memprediksi, regenerasi total di PDIP akan terjadi tiga tahun mendatang atau tepatnya pada 2024.

Menurutnya, apabila regenerasi itu terjadi maka sosok tokoh yang akan menggantikan Megawati sebagai Ketum PDIP masih merupakan keturunan dari Presiden RI pertama Ir. Soekarno.

“Kalau pun terjadi regenerasi, pengganti Mega diperkirakan tetap dari trah Soekarno,” ujar Jamiluddin, Senin 22 Maret 2021 seperti dikutip dari Genpi.co.

Akan tetapi, kata Jamiluddin, prediksinya itu akan berlaku apabila Megawati Soekarnoputri masih menjadi Ketua Umum PDIP sampai 2024 mendatang.

Baca Juga

“Tentu perkiraan ini akan terjadi bila Mega masih memimpin PDIP hingga 2024,” ungkap pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul ini.

Adapun tokoh PDIP yang tidak memiliki garis keturunan Soekarno, kata Jamiluddin, hanya akan menjadi petinggi PDIP seperti sekertaris jenderal atau ketua departemen.

Para kader PDIP pun, lanjut Jamiluddin, akan merasa tahu diri dengan tidak lancang menginginkan jabatan sekelas Ketua Umum.

“Mereka ini seolah tahu diri tidak akan lancang menyampaikan keinginannya menjadi calon ketua umum PDIP,” tuturnya.

Ia pun membeberkan, sejumlah tokoh keturunan Soekarno yang berpeluang menggantikan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP yakni Prananda Prabowo, Puan Maharani, Guruh Soekarnoputra, dan Puti Guntur Soekarno.

Namun, menurutnya dari keempat tokoh keturunan Soekarno tersebut yang layak menggantikan Megawati hanyalah Prananda dan Puan Maharani.

“Dari empat nama ini, hanya Prananda dan Puan yang peluangnya lebih besar menggantikan Mega,” kata Jamiluddin.

Mengutip Hops.id, Jamiluddin juga menilai kedua tokoh itu memiliki kelebihan masing-masing. Meski demikian, ia menyebut sosok Prananda lebih diunggulkan lantaran dianggap mempunyai kecerdasan yang lebih mumpuni ketimbang Puan Maharani.

“Sosok Prananda, selain memiliki kecerdasan, juga skill manajerialnya jauh lebih mumpuni daripada Puan. Di internal PDIP, termasuk kader di daerah, tampaknya lebih menerima Prananda daripada Puan,” jelasnya.

Jamiluddin pun kembali menekankan bahwa prediksinya itu bisa melenceng atau berubah total apabila Megawati sudah tidak lagi pemimpin PDIP pada 2024 mendatang.

“Penggantinya sebagai ketua umum tentu akan lebih sulit diprediksi mengingat banyaknya faksi di PDIP yang kekuatannya berimbang,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.