Masuk

Begal Payudara di Semarang, Seorang Mahasiswa Ditangkap Polisi

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Seorang mahasiswa ditangkap polisi yang tengah patroli akibat melakukan aksi begal payudara di Kota Semarang. 

Pelaku dengan sengaja memegang payudara seorang karyawati bank yang tengah mendemontrasikan aplikasi.

Kejadian itu terjadi di Jalan Anggrek belakang Ciputra tepatnya di depan Alfamart pada Sabtu 7 Mei 2022 malam lau. 

Baca Juga: Viral, Kurir Pengantar Paket Beraksi Jadi Begal Payudara

Ketika itu korban, seorang perempuan berinisial SP tengah menjelaskan mengenai aplikasi banknya kepada calon nasabah, salah satunya pelaku, AU (20).

“Kronologinya ketika korban selaku karyawan bank sedang mempresentasikan aplikasi di lokasi. Kemudian salah satu calon nasabah di lokasi adalah tersangka. Saat menawarkan produk kemudian korban merasa ada yang memegangi alat vitalnya,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar dikutip Detik.com, Senin 9 Mei 2022.

Ketika itu korban berpikir aksi itu tidak sengaja lalu menyingkir agak jauh. Tetapu ternyata pelaku malah mendekati dan menggoda korban. Kemudian, korban pun langsung berteriak.

Baca Juga: Kena Begal Payudara Gegara Disangka Wanita, Pria Gondrong: Dia Pegang Dada Saya

“Korban menganggap tidak sengaja kemudian menghindar. Saat menghindar pelaku berbisik, ‘mau satu lagi dong yang kanan’. Korban teriak sehingga tersangka ditangkap patroli motor yang ada di lokasi dalam rangka kegiatan pengamanan di kawasan Simpang Lima,” jelas dia.

Pelaku begal payudara di Semarang ini lantas diamankan polisi dan mengakui apa yang diperbuatnya. AU mengaku dengan sengaja memegang payudara korban serta menggodanya. 

Akan tetapi, dirinya tidak menjelaskan alasan mengapa ia nekat melakukan aksi begal payudara itu.

“Iya betul, pak,” kata pemuda asal Grobogan tersebut.

Baca Juga: Tak Terima Ditolak Berkenalan, Pria Ini Nekat Begal Payudara Mahasiswi

“Saya mahasiswa,” sambungnya

Akibat aksinya, pelaku dijerat pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Hingga kini, pelaku ada di Mapolrestabes Semarang.