Bela TKA Masuk Indonesia, Ruhut Sitompul: Kadrun Jangan Banyak Bacot

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Ruhut Sitompul tampak membela Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk ke Indonesia di tengah larangan aturan mudik terhadap masyarakat.

Ruhut Sitompul lewat cuitannya di Twitter, Rabu 12 Mei 2021, menilai TKA yang masuk ke wilayah RI tersebut hendak bekerja untuk mengamankan investasi mereka di Imdonesia.

“Tenaga Kerja Asing masuk ke Indonesia karena mau bekerja untuk mengamankan Investasinya yang sudah terlanjur di Indonesia,” cuit Ruhut Sitompul.

Baca Juga: Dukung Luhut Tuntut Haris dan Fatia Rp100 M, Politisi PDIP:...

Ia pun dengan tegas meminta kepada pihak-pihak yang disebutnya dengan istilah kadrun agar tak banyak bicara menanggapi TKA yang masuk ke Indonesia itu.

“Jadi tolong Barisan Sakit Hati. Kadrun-kadrun jangan banyak bacot,” tegas Ruhut.

Baca Juga: Rocky Gerung Singgung Esemka, Politisi PDIP: Nggak Ada Malunya Masih...

Menurut Ruhut Sitompol, kadrun-kadrun yang mengkritik masuknya TKA itu memiliki kualitas yang rendah dan tak bermutu lantaran membandingkan hal tersebut dengan larangan mudik lebaran di tahun 2021 ini.

“Jangan tunjukan mutu kwalitasMu dengan membandingkan yang Mudik Lebaran ya nggak nyambung dungu MERDEKA,” ungkapnya.

Diketahui, )edatangan sejumlah TKA asal China ke Indonesia di tengah pengetatan larangan mudik lebaran menuai sorotan publik.

Baca Juga: Rocky Gerung Singgung Esemka, Politisi PDIP: Nggak Ada Malunya Masih...

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah angkat bicara terkait hal itu. Mereka menjelaskan bahwa warga China yang masuk ke Indonesia adalah untuk bekerja dan bukan untuk tujuan wisata.

Mengutip Suara.com, Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting dengan tegas menyatakan bahwa kedatangan TKA tersebut untuk mengerjakan proyek strategis nasional (Stranas) pemerintah Indonesia.

“Kedatangan para WNA ke Indonesia hanya diizinkan untuk tujuan esensial, seperti bekerja di proyek strategis nasional, objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut,” ujarnya.

Bagikan