Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan pertanian.
“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar SYL.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa generasi muda atau disebut juga pemuda milenial, menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.
“Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian,” urai Dedi.
“Saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” lanjut Dedi.
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa adalah salah satu insan muda pertanian yang menjadi tumpuan harapan bangsa. Mereka adalah generasi milenial yang diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian. Terlebih di tengah masih mewabahnya Covid-19.
- MIWF 2026 Resmi Dibuka, Walikota Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ruang Budaya di Makassar
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- SERABI 2026 Jadi Ajang Grab Edukasi UMKM Perempuan Kelola Bisnis Anti Boncos
- Bank Sulselbar dan Pemkab Bone Sepakat Lanjutkan Kolaborasi Layanan Publik
- Pemkot Makassar Kembangkan LONTARA+ Berbasis Website, Warga Makin Mudah Mengakses Layanan
Di Kabupaten Pangkep, tepatnya di Kecamatan Minasa Te’ne, Fathul sapaan akrabnya yang merupakan alumni Polbangtan Gowa 2020 langsung tancap gas dengan memulai usaha baru yakni ternak puyuh. Fathul membuat kandang Puyuh dengan kapasitas 2000 ekor dan sekarang mulai produksi diatas 300 butir dari 1000 ekor umur 46 hari. Senin (26/10)
Proses pembuatan kandang Puyuh Petelur untuk kapasitas 2000 ekor, lokasi Jl. Poros Tonasa 1 Desa Panaikang No. 22, Kec. Minasatene, Kab. Pangkep. Pada hari kamis 22 Oktober 2020 Pukul 15.00-Selesai, yang terlibata dalam usaha mandiri ini yaitu alumni Polbangtan gowa sebagai berikut Fathul M. Mubarak,Danu Yunanda, Andi Muh. Ilham, Muh. Alfiansyah L, A. Muh. Yusril Ihza Mahendra dan Zulfikar M. Mubarak mahasiswa tingkat 3.
Apa yang kami lakukan ini adalah usaha baru guna memenuhi kebutuhan konsumen masyarakat sekitar dan pangkep secara keseluruhan. Telur puyuh sudah mulai banyak dikenal dimasyarakat.
Diharapkan bisa menjadi pengusaha baru dibidang agribisnis peternakan khususnya puyuh untuk memajukan dunia wirausaha untuk menghadapi tantangan dimasa pendatang, kami didampingi oleh salah satu tokoh masyarakat yang punya pengalaman dibidang ternak unggas yaitu bapak Muhtar Usman dan kedepannya akan merencanakan membuat asosiasi peternak puyuh di Pangkep. (MUZ).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
