Terkini.id, Makassar – Sebuah video viral di media sosial dan grup WhatsApp menunjukkan sejumlah pemuda melakukan pencoblosan massal terhadap surat suara calon presiden (Capres).
Dalam video tersebut, terdengar salah satu pemuda menyebut bahwa surat suara yang dicoblos adalah “anaknya Jokowi”, sambil asyik berbincang dan mencoblos kertas yang diduga merupakan surat suara Capres.
Berdasarkan rekaman berdurasi 47 detik tersebut, terlihat sekitar enam orang anak-anak mencoblos surat suara secara bergantian.
PENGECEKAN FAKTA
Menanggapi hal ini, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang, Romli, mengakui bahwa apa yang terjadi dalam video tersebut merupakan bentuk pelanggaran Pemilu. Meskipun demikian, ia belum dapat memastikan apakah pelanggaran tersebut terjadi di Sampang atau di tempat lain.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
“Hari ini saya juga mendapat laporan tentang hal tersebut. Saya sedang memeriksa kepada rekan-rekan di panwascam untuk melakukan penelusuran lebih lanjut,” ujar Romli.
Hingga saat ini, Bawaslu Sampang belum menerima laporan yang terkategori sebagai pelanggaran. Romli menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menerima dan menelusuri setiap informasi dan laporan dari masyarakat.
Meskipun lokasi pasti kejadian belum dapat dipastikan, Romli menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait hal tersebut. Namun, informasi awal menunjukkan bahwa kejadian tersebut terjadi di Desa Pandan, Omben, Sampang.
“Walaupun belum dapat dipastikan lokasinya, kami akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui kebenarannya, di mana informasi awal menunjukkan bahwa kejadian tersebut terjadi di Dusun Pandan,” tandasnya.
KESIMPULAN
Berdasarkan verifikasi Terkini, video viral di media sosial dan grup WhatsApp menunjukkan sejumlah pemuda melakukan pencoblosan massal terhadap surat suara calon presiden (Capres) masuk kategori belum cukup bukti.
Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang, Romli, mengakui bahwa apa yang terjadi dalam video tersebut merupakan bentuk pelanggaran Pemilu. Meskipun demikian, ia belum dapat memastikan apakah pelanggaran tersebut terjadi di Sampang atau di tempat lain.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
