Jokowi King of Lip Service Serta Pemanggilan Ketua BEM Oleh Rektorat Universitas Indonesia Juga Dibahas Dalam Laporan HAM AS

Terkini.id, Jakarta – Laporan HAM Amerika Serikat juga tidak lupa membahas insiden mengenai pemberian julukan King of Lip Service kepada Presiden Jokowi sehingga membuat Ketua BEM Universitas Indonesia Dipanggil masuk kantor Rektorat UI.

Awal kejadian ini bermula pada saat BEM UI membuat suatu konten di akun media sosial Instagram yang menyebut Jokowi sebagai King of Lip Service.

Alhasil dari perbuatan BEM UI tersebut, membuat sang ketua dipanggil ke kantor Rektorat UI. Pada saat itu Rektorat UI menyatakan bahwa BEM kampus yang terletak di Depok ini telah melanggar peraturan universitas dan memanggil anggota BEM UI untuk konseling.

Baca Juga: Natalius Pigai Kecam Sikap Jokowi terhadap Konflik Rusia-Ukraina, Ruhut: Di...

“BEM UI merilis pesan di Instagram yang menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Rektorat UI menilai postingan tersebut melanggar peraturan universitas dan memanggil anggota BEM untuk konseling,” dilansir dari halaman CNN Indonesia, bersumber dari Laporan HAM AS, Sabtu 16 April 2022.

Jokowi King of Lip Service merupakan pendapat yang dikeluarkan oleh BEM UI sebagai kritik atas pemerintahan era Jokowi yang sering membuat janji manis. Mahasiswa menilai kebijakan Jokowi selalu tidak sesuai dengan perkataannya sendiri.

Baca Juga: Sentil Jokowi, SBY: Dulu Saya Dihujat Tapi Pemerintahan Saya Tak...

Janji-janji Jokowi terdiri dari memperkuat KPK, mempersilahkan rakyat menggugat UU Ciptaker, merevisi pasal karet UU ITE.

Akibat memberikan julukan dan mengkritisi pemerintah, Ketua BEM UI dipanggil oleh Rektor Universitas Indonesia pada Minggu 27 Juni 2021.

Jokowi langsung memberikan pernyataannya setelah melihat Ketua BEM dipanggil oleh pihak rektorat. Jokowi menegaskan pihak kampus seharusnya tidak melarang mahasiswa berekspresi.

Baca Juga: Sentil Jokowi, SBY: Dulu Saya Dihujat Tapi Pemerintahan Saya Tak...

Namun perlu diingat harus sesuai dengan norma sopan dan santun yang berlaku di masyarakat.

“Universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi, tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, budaya kesopansantunan,” tutur Jokowi, melalui saluran Youtube Sekretariat Presiden pada 29 Juni 2021.

Bagikan