Terkini.id, Jakarta – Tokoh Adat Suku Besar Arfak, Obet Ayok tampak murka mengetahui adanya bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) Bintang Kejora berkibar di sebuah tower di Manokwari.
Tokoh Adat Suku Arfak itu pun menegaskan bahwa Manokwari merupakan kota peradaban yang tenang dan damai. Oleh karenya, ia meminta warga tak membuat gaduh dengan mengibarkan bendera OPM tersebut.
“Saya minta kepada semua penduduk (Orang Papua dan Pendatang) di Manokwari, jangan buat nama daerah ini menjadi merah,” kata Obet Ayok, dikutip dari Tribunnews, Kamis 21 Oktober 2021.
Ia pun mengimbau agar jangan sampai orang luar menilai segala persoalan termasuk pengibaran bendera OPM tersebut dilakukan oleh warga asli Manokwari.
Menurut Obet, segala perbuatan di Tanah Manokwari untuk melepaskan diri dari Negara Indonesia adalah tindakan yang sangat tidak baik.
“Kalau mau sampaikan aspirasi, boleh dibuat di forum yang terhormat. Jangan main pasang bendera di tempat seperti itu,” tegas Obet.
“Jangan buat sesuatu seakan-akan sudah tidak ada lagi orang tua di atas Tanah Manokwari. Jangan buat sampai orang luar menilai Tanah Arfak menampung separatis,” tambahnya.
Obet juga menyebut, langkah pengibaran bendera OPM di atas tower tersebut sama halnya dengan maling di jalan.
Selain itu, Obet berharap TNI-Polri bisa menjaga dan merawat persatuan dan kesatuan di Manokwari untuk bertahan di NKRI.
Diketahui, bendera OPM Bintang Kejora terlihat berkibar di salah satu tower di Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat beberapa hari lalu.
Dalam foto maupun video yang beredar, tampak ukuran bendera itu diperkirakan sepanjang 1×0,5 meter dan diikat di kayu sepanjang tiga meter.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
