Benny : Saya Setuju di Berlakukan PSBB Tapi Perlu Sama Rata Bagi Pengusaha

Benny : Saya Setuju di Berlakukan PSBB Tapi Perlu Sama Rata Bagi Pengusaha

R
Joe Fritz
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Gowa –Pelaksanaan PSBB di kota Makassar masih tahap usulan di pusat Jakarta. Namun penerapan di lapangan perlu di perjelas acuan bagaimana perapannya terhadap para pelaku usaha di kota Makassar.

Pasca kejadian selasa,(14/4/2020), dimana toko LaVita yang terletak di jalan pengayoman kecamatan panakkukang kota makassar, tim media mencoba menggali kebenaran jam buka dan alasan apa yang membuat toko tersebut tetap buka setelah adanya himbauan Dinas Perdagangan kota Makassar meminta tutup untuk mendukung pemutusan penyebaran mata rantai covid-19. Ini keterangan singkat menajemen toko LaVita secara transparan.

Benny yang merupakan pimpinan pengelola toko lavita memberikan penjelasan bahwa kemarin itu pihaknya tidak ada yang melakukan upaya profokasi atau melawan dari keberadaan satpol pp kota makassar, seperti dalam berita. Penjelasan ini disampaikan langsung Rabu pagi, (15/4/2020)

“Saya sangat mendukung penuh pemerintah dalam hal pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 di kota Makassar. Saya sebagai pengusaha merasa bertanggung jawab atas himbauan tersebut dimana dijelaskan non food harus tutup diatas jam 12.00 wita siang, dan itu saya sudah lakukan. Buka toko pukul 8.00 wita pagi dan tutup pukul 12.00 wita siang. Kami disini melakuan standar pencegahan, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta tidak luput di ukur suhu tubuhnya baik itu karyawan kami dan pengunjung jika hendak memasuki toko, ” ujar Benny.

Kenapa hanya Lavita yang terus di intai dan di minta tutup, sedangkan ada beberapa toko lain di jalan pengayoman sendiri tetap buka hingga pukul 17.00 wita, bisa dilhat sendiri dalam nada kekecewaan, tambah Benny.

Salah satu karyawan dari toko lavita merasa sangat kecewa dimana melihat toko lain buka dan kami disini sudah tutup pukul 12.00 wita. “Saya pak sangat kecewa melihat hal itu kemarin siang, dimana kami diminta tutup sedangkan toko-toko lain masih buka. Otomatiskan pak, setelah kami tutup jam 12.00 wita siang gaji kami pun akan di berikan setengah. Kenapa toko lain masih bisa menikmati gaji full, kami harus setengah. Jika masih ada yang buka sampai pukul 15.00 wita petang hari artinya percuma dong, virus itu tetap menyebar bukan dari kami di lavita tapi dari toko lainnya. Saya pak pribadi sangat harapkan pemerintah menerapkan sosial distancing jelas transparan tidak memilih-milih ada toko buka dan ada tutup saya kecewa pak, ” ungkap Suci Fitriani.

Hal senada dikatakan security toko lavita, dirinya sangat kecewa akan kejadian kemarin, disini pak ada air mengalir untuk cuci tangan dan diukur suhu tubuhnya pengunjung serta karyawan, saya setuju sosial distancing dan bahkan saya sangat berharap agar semua toko non food seperti himbauan pemerintah kota Makassar di perlakukan sama dengan toko Lavita, ditutup sesuai surat edaran sambil menunjukkan surat edaran tersebut kepada tim wartawan.

Diakhir perbincangan pengusaha toko LaVita memberikan tekanan bahwa dirinya dan semua karyawan serta staf toko akan mendukung penuh program pemerintah kota makassar untuk menutup (sosial distancing). Semua toko harus ikuti himbauan tersebut, tegas Benny diakhir perjumpaan.

Pihak pemerintah dalam hal ini kecamatan Panakkukang menegaskan dalam via phone bahwa pihak kecamatan akan terus berupaya pemdukung program pak walikota untuk sosial distancing, tutup usaha yang non food. Dan pihaknya beserta seluruh unsur tripika akan lebih intensif untuk berpatroli mengajak para pengusaha di wilayahnya untuk tutup usahanya sementara hingga wabah virus corona berlalu dari kota makassar. (703)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.