Berani Bongkar Korupsi, Petugas Damkar Depok: Saya akan Ungkap Semuanya

Berani Bongkar Korupsi, Petugas Damkar Depok: Saya akan Ungkap Semuanya

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Seorang petugas Damkar Depok, Sandi dengan berani menyatakan akan membongkar dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

Sandi pun mengaku akan melaporkan dugaan korupsi di Damkar Depok tersebut ke pihak kepolisian.

Rencananya, ia akan melaporkan dugaan korupsi itu ke Polres Depok pada Senin 19 April 2021 mendatang. Dalam pelaporannya nanti, Sandi akan memngungkap semua fakta terkait hal itu di hadapan polisi.

“Senin saya bikin laporan ke Polres Depok. Sama kuasa hukum, saya akan ungkap semuanya,” kata Sandi, Selasa 13 April 2021 seperti dikutip dari Detik.com.

Sandi menyebut bahwa saat ini dirinya tengah mempersiapkan data terkait bukti-bukti adanya dugaan korupsi tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapatkan ancaman dari pejabat dinas Damkar Depok.

“Saya lagi siapin semua data, saya sudah banyak yang telepon juga dan makin deras juga ancaman pejabat terhadap teman-teman di lapangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sandi membongkar dugaan korupsi itu dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok beberapa waktu lalu dan viral di media sosial.

Dalam aksi itu, Sandi membawa poster bertulisan ‘Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!’.

Sandi mengungkap salah satu dugaan korupsi yang dilakukan pejabat Damkar Depok yakni pengadaan sepatu pada 2018.

Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dirinya dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi.

Selain itu, ia juga mengungkap adanya pemotongan terkait insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan.

Seharusnya, kata Sandi, setiap petugas Damkar Depok mendapatkan insentif Rp1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp850 ribu.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Depok Gandara membantah dugaan korupsi tersebut. Ia menyatakan perlengkapan Damkar sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tidak benar apa yang disampaikan. Perlengkapan sesuai dengan aturan,” ujar Gandara.

Pihaknya juga mengklarifikasi soal pemotongan insentif yang juga dipersoalkan oleh petugas Damkar Depok Sandi tersebut. Menurutnya, insentif dipotong untuk BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

“Penjelasan dari bidang yang menangani, sebetulnya potongan itu buat BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang menjadi kewajiban anggota dan potongan tidak sebesar itu. Teknisnya bisa tanya ke bidang,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.