Terkini.id, Makassar – Kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk, Jalan Inspeksi Kanal, Kecamatan Rapoccini, Makassar, pada Jumat malam, 1 Oktober 2021 kembali terjadi. Sebanyak sembilan rumah warga ludes dilalap si jago merah.
Kepala Seksi Pengendali Operasi Damkar Makassar, A Muh Cakrawala mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Api cepat membesar disebabkan material bangunan didominasi bahan kayu.
“Unit rumah itu antara tujuh sampai sembilan, karena ada rumah berdampak. Kalau masalah unit susah kami cover karena pertama, lokasinya di sana semi permanen, kemudian petak-petaknya juga kurang jelas. Kadang pemukiman begitu membingungkan karena pemerintah setempat data sesuai kepala keluarga,” kata Cakra sapaanya pada Terkini.id, Sabtu 2 Oktober 2021.
Dalam proses pemadaman, Cakra menyebut pihaknya mengalami sedikit kesulitan sebab akses menuju titik kebakaran sempit. Termasuk kata dia, pihaknya baru dihubungi saat api sudah melalap satu unit rumah.
Padahal menurut Cakra, iklan layanan dan kontak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar sudah tersebar dimana-mana.
“Saya dapat info awal itu saat api sudah membesar, sudah melalap satu setengah rumah. Saya pribadi merasa kecewa juga karena kami sudah menyebarkan nomor layanan melalui sosmed (sosial media), melalui iklan di pinggir jalan, tapi saya liat kondisi masyarakat masih susah sekali untuk itu (menghubungi),” ujarnya.
“kemudian di pinggir kanal (akses masuk) terlalu banyak lapak-lapaknya (bangunan) orang yang sudah offside (ke jalan), itu manuver kendaraan setengah mati,” tambahnya.
Dalam peristiwa ini, besarnya kobaran api menyebabkan satu anggota pemadam kebakaran dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami sesak nafas saat bertugas memadamkan api.
Selain itu, dua warga yang berada di lokasi kebakaran juga dilarikan ke Puskemas terdekat usai terkena puing-puing bagunan.
“Salah satu personel Damkar atas nama pak Armin drop karena kehabisan oksigen, saya bawa ke UGD, masih dirawat di Labuang Baji. Warga korban ada dua orang tapi lukanya ringan, terkena seng, dibawa ke puskesmas,” ucap Cakra.
Adapun dugaan sementara penyebab kebakaran diduga adanya arus pendek. Untuk nilai kerugian sendiri sementara dalam proses asesmen.
“Kalau nilai kerugian itu belum bisa kita kalkulasikan. Kalau dugaan penyebab kebakaran, untuk sementara akibat arus pendek,” kuncinya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
