Terkini.id, Makassar – Pada bulan Maret 2023, inflasi bulanan di Sulawesi Selatan mencapai 0,75 persen (mtm), yang lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 0,18 persen (mtm).
Kota Makassar adalah kota yang paling terdampak, dengan inflasi mencapai 5,99 persen.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Suntono, kenaikan harga beras, cabai rawit, dan ikan layang menjadi penyebab utama inflasi bulanan tersebut, dengan andil terbesar beras yang menyumbang 0,18 persen pada inflasi bulanan.
Meskipun hanya satu kelompok yang mengalami deflasi, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.
Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Sulsel menunjukkan bahwa inflasi tahunan di Sulsel pada Maret 2023 mencapai 5,86 persen (yoy).
- Pemerintah Sulawesi Utara Percepat Pembangunan Dapur MBG
- BI Sulsel Ingatkan Kenaikan Inflasi Akibat Lonjakan Harga Beras
- Terekam CCTV, Dua Orang Pelaku Curi 20 Kg Beras di Toko Kelontong Makassar
- KKLR Sulsel Salurkan Bantuan 1 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir di Luwu Utara
- Pemerintah Pusat Salurkan Bantuan 40 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sulsel
“Lima komoditas yang paling berkontribusi terhadap inflasi yoy adalah bensin, beras, angkutan udara, telur ayam ras, dan rokok kretek filter,” kata Suntono.
Pengeluaran dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau merupakan penyumbang inflasi yoy terbesar, yaitu sebesar 2,583 persen, dan diikuti oleh kelompok transportasi sebesar 1,540 persen.
Meskipun inflasi tahunan terlihat tinggi, BPS Sulsel menyatakan bahwa inflasi tersebut masih dalam batas yang wajar.
Namun, pihak berwenang akan terus memantau perkembangan inflasi di daerah tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
