Berbeda dengan Morrison, Ini Alasan PM Australia Akan Hadir di G20 Bali

Berbeda dengan Morrison, Ini Alasan PM Australia Akan Hadir di G20 Bali

R
Fahri Setiadi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaPerdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese memastikan kehadirannya di G20 Bali 2022, berbeda dengan Scott Morrison pendahulunya yang menolak hadir, Selasa 7 Juni 2022.

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menyatakan akan hadir pada G20 Bali Bulan November nantinya.

Diketahui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali adalah pertemuan 17 kelompok 20 mendatang.

Pendahulu PM Albanese, Scott Morrison menolak hadir di G20 Bali karena Putin diundang. Sedangkan Anthony Albanese dihadapan media Internasional menegaskan akan hadir di G20 Bali.

Pada saat pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin 6 Juni 2022, PM Albanese menerangkan alasan dirinya akan hadir di G20 berbeda dengan pendahulunya.

Baca Juga

“Mr Morrison telah mengatakan berbagai hal tetapi dalam hal mengapa saya hadir adalah karena saya fokus duduk dengan Presiden Widodo tidak duduk dengan Presiden Putin,” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa kehadirannya adalah bentuk membangun hubungan baik dengan Indonesia.

“Ini adalah kepentingan Australia untuk membangun hubungan baik dengan Indonesia sebagai sahabat,” katanya.

“(dimana) Presidensi Indonesia dari G20 adalah momen penting untuk Indonesia telah banyak yang sudah dikerjakan, aturan pertemuan akan diselesaikan pada waktunya,” bebernya.

“Dan kami mendiskusikan itu dan yang penting kami bekerja melalui kekhawatiran yang dapat dimengerti,” lanjutnya.

“Atas kehadiran Presiden Putin telah kukatakan sebelumnya, (sebelum) aku berangkat ke Indonesia di Perth yaitu Vladimir Putin juga menghadiri pertemuan sebelumnya di Australia dituan rumahi Tony Abbot,” pungkasnya.

PM Albanese mengungkapkan bahwa bukan berarti dirnya setuju dengan pendirian Presiden Putin.

“Itu tak berarti kita setuju dengan pendiriannya (Putin), dan kita menemukan tindakan Presiden Putin untuk meninggalkan to be illegal, dan memparodikan hukum internasional, dan menghianati norma perilaku yang seharusnya dapat kami harapkan dari seluruh anggota PBB. Apalagi anggota Dewan Keamanan PBB,” ucapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.