Terkini.id-Makassar. Senja begitu indah, matahari sore memantulkan semburat kemerahan di cakrawala .
Cuaca Kota Daeng nampak bersahabat. Beberapa muda mudi bercengkrama dengan rekannya disisi waduk Bitoa ini. Suasananya memantulkan bayangan didalam air.
Nampak juga keramaian beberapa lapak yang penulis lihat pada penghujung jembatan ini.
Meriah suasana apalagi diwaktu sore hari, ekonomi kerakyatan nampaknya menggeliat dari pusaran perdagangan ikan air tawar dan beberapa jenis usaha lainnya pada Rabu (15/01/2020).
Untuk di daerah Kota Makassar, wilayah ini merupakan salah satu pilihan jika ingin membeli dan mengolah jenis ikan air tawar
- Membangun Kekuatan, Membuka Jalan Kesejahteraan, Satgas TMMD ke-128 Bangun Talud, Jamin Infrastruktur Desa
- Membangun Dasar Pemerintahan Bersih, Kolaborasi Pemkab Jeneponto dan KPK Gagas Pencegahan Korupsi
- Perkuat Mitigasi Kebakaran, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Latih Masyarakat Gunakan APAR
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Terima Penghargaan Nasional di Hari Otda 2026
- Satu-satunya dari Luar Jawa, Makassar Raih Predikat Kinerja Tertinggi di Hari Otda 2026
Beberapa jenis ikan air tawar yang mulai langka jika dicari dipasar umum lainnya, bisa dijumpai disini yakni, juku pating (ikan patin) , kanjilo (ikan gabus), ikan nila , bolu jawa atau balekandea (tawes) , bungo (kerapu air tawar) dan ternyata ada juga Lendong (belut).
Untuk jenis yang terakhir disebut ini, masih ingat kan pembaca dengan lendong atau belut ini?
Hingga ada pepatah di Indonesia ‘licin bagaikan belut’
Adapun harga yang beredar di lapak lapak pedagang ikan air tawar yang berjejer dengan rapi ini dimulai dari kisaran harga 15.000 hingga 100.000 rupiah untuk beberapa jenis ikan yang disebut diatas.
Salah satu pedagang yang sempat ditemui sore tadi pada lapak penjualannya bernama H.Muh.Zakir Daeng Latte, seorang pedagang ikan air tawar berusia paruh baya namun tetap bersemangat dalam melayani para pembeli.
“Ikan yang dipasarkan ini berasal dari waduk Bitoa dan dibudidayakan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.
“Untuk persediaan jenis ikan ikan ini juga tergantung musim dan kondisi cuaca,” tambahnya.
Sementara itu diwaktu yang sama, nampak seorang pembeli memilih setumpuk ikan nila sambil berkata ke penulis, enak mentong di goreng ini ikan nilayya ditemani sayur kangkung dan raca raca/ irisan mangga atau enak juga bersama raca raca padada dan sepiring nasi hangat yang masih mengepulkan asap panas.
Wah, asyik juga hunting ikan air tawar , perut jadi lapar membayangkan hidangan yang disebutkan pembeli tadi, pas dengan cuaca di musim penghujan ini.
Menarik juga untuk mengolah ikan air tawar sebagai lauk sebagai alternatif pilihan dari ikan laut.
Rindu akan masakan khas Makassar atau Khas SulSel yang berbahan dasar ikan air tawar, silahkan menyambangi waduk Bitoa ini.
Pembaca yang budiman akan mudah menjumpai deretan lapak yang berada disekitar jembatan yang menghubungkan perumahan Puri Taman Sari dan Waduk Bitoa, Makassar.
Jangan lupa, para pelapak ikan air tawar ini hanya menawarkan jualannya hingga sore hari saja.
Mengunjungi lokasi Waduk Bitoa ini bersama keluarga merupakan sesuatu yang menarik sambil berburu ikan air tawar dan jangan lupa untuk menawar, yah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
