Romantisme Senja di Pulau Bontosua, Kabupaten Pangkep

Romantisme Senja di Pulau Bontosua, Kabupaten Pangkep

R
Ismi Hehamahua
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar.Salah satu destinasi wisata menarik yang ada di gugusan kepulauan spermonde di Sulawesi Selatan dan dekat dengan wilayah Kota Makassar, asyik buat dikunjungi dan bisa menjadi salah satu pilihan traveling dikala liburan.

Adalah Pulau Bontosua terletak di gugusan pulau Spermonde, pembaca dapat menempuhnya melalui perjalanan laut dari pelabuhan Paotere dengan mencapai jarak sekitar 1 jam 30 menit perjalanan dari Kota Makassar atau berjarak sekitar 25 km.

Kepulauan Sangkarang, yang juga disebut sebagai Kepulauan Spermonde ini adalah rangkuman gugusan sekitar 120 pulau yang tersebar di lepas pantai barat daya Sulawesi, yang terletak di Segitiga Terumbu Karang antara lengkungan selatan Sulawesi dan Selat Makassar.

Kepulauan Spermonde ini adalah nama yang diberikan kepada gugusan pulau-pulau yang tersebar membentang di Barat daya pulau Sulawesi mulai dari Takalar di bagian selatan hingga ke Pare-Pare di bagian utara.

Untuk kapal yang melayani rute perjalanan ke Bontosua Desa Mattirobone, Kab Pangkep dapat menumpangi KM Usaha Baru milik H.Daeng Nganro ataupun KM Sadewa milik H.Sumang.

Baca Juga

Sementara jarak tempuhnya sekitar 1 jam 30 menit dari pelabuhan Paotere.Dengan ongkos sekitar 25.000 untuk sekali rute perjalanan dengan jam berangkat dari Pelabuhan Paotere sekitar jam 10.00 Wita jika bertolak dari Pulau Bontosua, Kab Pangkep ini jam 07.00 wita.

Disepanjang perjalanan kita akan melewati perairan selat Makassar dengan pemandangan yang indah .

Nampak deretan kapal kapal tradisional dengan aktivitas bongkar muat yang membawa hasil bumi serta geliat kapal penumpang yang membawa para pelanggannya.

Riuh ramai suasana yang mengingatkan akan kebesaran nama pelabuhan Paotere sejak abad 14 yang lalu, berarti usianya tanpa terasa sudah 600 tahun yang terletak di wilayah Kecamatan UjungTanah, Kota Makassar Sulawesi Selatan. Untuk sampai di Pelabuhan Paotere usahakan di pagi hari, Pembaca akan disuguhkan pemandangan riuhnya perdagangan ikan di TPI Paotere hingga Pemandangan Perahu Phinisi , Lambo, atau perahu tradisional lainnya yang menjadi urat nadi perdagangan tradisional antar pulau di Indonesia hingga mancanegara.

Pelabuhan ini merupakan salah satu pelabuhan rakyat warisan tempo dulu yang tetap eksis hingga saat ini.

Tetap bertahan dari arus globalisasi dan disrupsi era zaman now walaupun zaman serba canggih namun kesetiaan para pelaut ulung dari Sulawesi Selatan pada kapal tradisional merupakan bukti kearifan lokal yang tidak punah termakan zaman.

Perlahan jangkar kapal ditarik, riak air laut menyibak memecah ombak, lautan nampak tenang mengantarkan kapal motor ini bergerak menyusuri garis cakrawala membelah lautan.

Hingga tanpa terasa kapal motor tradisional ini telah tiba di dermaga kayu pendek, sebutan masyarakat Pulau Bontosua untuk pelabuhan khusus penumpang.

Romantisme Senja di Pulau Bontosua, Kabupaten Pangkep

Nampak beberapa anak kecil berlarian dengan semangat di antara rumah penduduk.

Oh yah, berhubung pulau ini belum ada fasilitas penginapan khusus buat wisatawan, pembaca yang budiman dapat membicarakan terlebih dahulu kepada tetua atau kepala desa setempat jika akan tinggal menginap.

Jangan khawatir, penduduk Bontosua selalu ramah kepada setiap pengunjung yang bertandang ke pulau ini.

Jika akan tinggal pergunakanlah air sebijak mungkin, dikarenakan fasilitas air bersih belum memadai dan pasokan air bersih diambil dari kota Makassar dengan membelinya per jerigen.

Begitu bijaksananya masyarakat yang bermukim di pulau pulau dalam mengkonsumsi air yang langka dan untuk mendapatkannya juga mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk membelinya.

Pun dengan energi listrik, penerangan disini mengandalkan listrik dari mesin pembangkit tenaga diesel dengan waktu beroperasi hingga sekitar pukul 22.00 wita.

Untuk urusan charger handphone sebaiknya bawalah powerbank dan pergunakanlah listrik selama berada di Pulau ini dengan seperlunya saja.

Beralih ke urusan sinyal handphone yang sekarang sudah 4G, namun pembaca yang budiman harus bersabar mengingat akses internet agak susah, kalaupun ada hanya timbul tenggelam dan mentok pada tanda H+ , terkadang sinyal internet susah didapatkan.

Begitulah keadaan akses berselancar internet, namun jangan khawatir untuk akses untuk telepon seluler tetap lancar, bro.

Dengan sedikit sekatan tersebut , pembaca yang budiman akan dimanjakan dengan pemandangan sunset yang begitu indah. Bagaikan berdiri didepan gerbang matahari.

Cobalah mengunjungi sebuah hamparan gusung yang tak jauh dari Pulau Bontosua, Desa Mattirobone ini.

Gusung yang terbentuk ini dari endapan pasir yang berada ditengah laut dan membentuk daratan kecil.

Karena keberadaannya yang timbul tenggelam. Bukan dikarenakan berhubungan cerita aneh dan mistis namun keberadaan gusung yang berlokasi tidak jauh dari Pulau Bontosua ini sangat bergantung pada ketinggian air laut pasang dan surut.

Hamparan pasir putih dengan kerang kerang kecil yang bertebaran membuat takjub, sempatkanlah menginjakkan kaki di sini.

Sambil menunggu matahari terbenam di peraduannya, niscaya pembaca yang budiman akan tidak sabar merebahkan tubuhnya pada butiran pasir yang memutih sambil memandangi sunset yang begitu indah untuk dilewatkan.

Segaris pandangan mata oleh sinar mentari dengan semburat lembayung senja berwarna kemerahan, sangat romantis dan indah.

Cobalah ulurkan kedua tangan bak seolah memegang mentari senja dengan sinar memerah yang menyejukkan hati.

Ditemani angin laut yang berhembus sepoi-sepoi, menambah tenang suasana hati.

Jauh dari hiruk pikuk dan hingar bingar kesibukan di daerah perkotaan, membawa perasaan rindu akan suasana yang sunyi dan tenang tanpa bunyi bunyian klakson di perkotaan yang kerap bersahut sahutan ramai terdengar di jalanan.

Perlahan dekapan cakrawala melepaskan sinar mentari yang mulai meredupkan sinarnya pertanda gelap akan tiba.

Denyut kehidupan tetap menggeliat. Satu persatu perahu nelayan kecil atau lepa lepa/katinting membunyikan mesinnya dan tak lupa cahaya pancaran lampu LED yang ikut menerangi gelapnya lautan, dahulu para nelayan di pulau memakai strongking/petromaks sejenis lampu tradisional yang memakai selubung kain khusus dengan bantuan pompa angin pada tabungnya serta memakai bahan bakar minyak tanah , dahulu dipakai untuk menjadi daya tarik cumi cumi .

Cuaca sedikit dingin menerpa, namun semangat para lelaki tangguh tak menyurutkan niat demi menghidupi keluarga.

Nelayan penangkap cumi cumi ini memakai kapal tradisional yang berukuran kecil sejenis lepa Lepa, berangkat sore dan pulangnya tengah malam memakai udang sebagai umpan untuk mendapatkan cumi cumi canda‘ atau cumi cumi garrasa.

Bulan melimpahnya cumi cumi sekitar bulan April, Mei, Juni, Juli hingga Agustus.

Untuk kulinernya kita bisa menikmati dengan memesannya terlebih dahulu untuk sajian ikan bakar yang nikmat ataupun sajian cumi cumi bakar dengan sayur santan, sajian yang menggugah selera bersama kepulan nasi hangat.

Desa Mattirobone Pulau Bontosua Kabupaten Pangkep ini juga mempunyai dermaga panjang yang lazim dipergunakan para nelayan jika telah melaut dan dermaga pendek khusus penumpang yang akan menyeberang antar pulau.

Pemandangan pulau ini jika dimalam hari sangat mempesona dengan kerlap kerlip temaram lampu Kota Makassar dari kejauhan, nampak indah dengan berbagai macam bias warna.

Di pulau ini juga pembaca yang budiman dapat melihat dari dekat budidaya mutiara laut yang digagas oleh salah satu tokoh masyarakat pulau Bontosua, H.Ridwan yang juga salah satu tokoh Kelompok Pengawas Masyarakat dan penggiat Konservasi, salah satu benteng yang berada langsung di masyarakat Kepulauan Spermonde dalam menangkal destructive fishing di perairan kepulauan spermonde Sulawesi Selatan.

Sambutan keramahan penduduk Pulau Bontosua, salah satu ciri khas dari penduduk Indonesia membuat rasanya ingin tinggal lebih lama.

Penasaran akan keindahan Pulau Bontosua, Segera tentukan jadual kunjungan anda bersama keluarga atau kerabat.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.