Beredar Klarifikasi Terkait Berita Simpang Siur Kondisi Mahasiswa Indonesia di Wuhan

Foto mahasiswa Indonesia di Wuhan, Hubei, Tiongkok. Sejak merebaknya wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, Hubei, Tiongkok dan telah menelan banyak korban jiwa, dan adanya berita yang simpang siur bahkan berita bohong (hoax) terkait penyakit menular tersebut, beredar kabar klarifikasi di beberapa media sosial (medsos) seperti Facebook dan Whats App (WA). / Istimewa

TERKINI.id, WUHAN – Beredar Klarifikasi Terkait Berita Simpang Siur Kondisi Mahasiswa Indonesia di Wuhan. Sejak merebaknya wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, Hubei, Tiongkok dan telah menelan banyak korban jiwa, dan adanya berita yang simpang siur bahkan berita bohong (hoax) terkait penyakit menular tersebut, beredar kabar klarifikasi di beberapa media sosial (medsos) seperti Facebook dan Whats App (WA).

Berita yang diposting langsung oleh mahasiswa Indonesia di Wuhan guna meluruskan kabar yang tidak benar dan meresahkan. Salah satu berita “menyejukkan” yang diposting Nugraha Krisdiyanta pada Minggu 26 Januari 2020 lalu.

Ia menulis perihal rilis yang dikeluarkan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok cabang Wuhan (PPITW) pada Jumat 24 Januari 2020 lalu.

Berikut rilis dari PPITW dan info penting lainnya:

“Menyikapi adanya virus corona yang mewabah di Wuhan, PPITW mengeluarkan press release bertanggal 24 Januari 2020. Press release bernomor 078/PPITW//PR/I/2020 ditanda tangani Rifqa Gusmida sebagai sekretaris dan Nur Musyafak sebagai Ketua PPITW.

Isi selengkapnya seperti ini: Sehubungan dengan penyebaran virus corona misterius di Wuhan, China (Tiongkok) dan banyaknya informasi yang beredar, kami dari PPIT Wuhan mengabarkan bahwa:

Jumlah mahasiwa dan WNI di Wuhan 93 orang (per 24 Januari, 11.00 waktu Wuhan). Tidak ada laporan WNI di Kota Wuhan yang terjangkit virus corona. Semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus.

Hampir seluruh kampus di Wuhan melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair, dan thermometer gratis kepada setiap mahasiswa.

PPIT Wuhan selalu berkoordinasi dengan KBRI Beijing, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI dan telah bergabung dengan group Wechat untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi. WNI di Wuhan dimonitor KBRI Beijing setiap saat, KBRI meminta untuk tidak panik.

Akses transportasi memang ditutup sementara baik kereta, pesawat, bus dari Wuhan maupun menuju Wuhan untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona. Pemerintah pastikan supply ke Wuhan tidak terganggu dan supermarket akan tambah stok makanan.

Untuk informasi mengenai keadaan di Wuhan dapat menghubungi: Ketua PPIT Wuhan: Nur Mussyafak: +86 156 2389 6756 Kemenlu: Tony W. (+62 821 2377 1163), KBRI Beijing: Ariyanto Surojo (+86 138 1128 4505), Yaya Sutarya (+86 131 4645 3974), dan Budi Atyasa (+86 135 5223 5327).

Press release itu juga menyertakan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk memastikan keadaan mahasiswa yang ada di Wuhan. Di Wuhan sendiri, PPITW memiliki ranting yang merupakan kampus-kampus di mana mahasiswa Indonesia menimba ilmu.

Setiap ranting memiliki ketua-ketuanya masing-masing. Semua itu demi memudahkan koordinasi baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan yang seperti saat ini.

Ketua-ketua ranting tersebut pun siap untuk dihubungi kapan saja. Bisa ditanyakan apa saja tentang kondisi Wuhan saat ini. Juga tentang kondisi mahasiswa yang masih berada di sana. Nama ketua ranting berikut nomor teleponnya saya sertakan juga.

Central China Normal University (Ketua Ranting: Muhammad Aris Ichwanto Wechat: marisichwanto WA: 085234674577), Wuhan University (Ketua Ranting: Fahmi Wechat: imfahtida WA: 0895378895343), Wuhan University of Technology (Ketua Ranting: Rian Wechat: alfiriantamara WA: 081383853510), Huazhong University of Science and Technology (Ketua Ranting: Aas, Wechat: khoirulumamh WA: 081230241989), Jianghan University (Ketua Ranting: Rio Wechat: cikal3701 WA: 08127651399).

Ada beberapa universitas di luar Kota Wuhan, tetapi mereka bergabung menjadi satu ranting setiap kota karena jumlah mahasiswanya terlalu sedikit untuk menjadi ranting tersendiri, di antaranya:

Xianning (Ketua Ranting: Verrol Wechat: verroled WA: 085254093576), Jingzhou dan Xiangyang (Ketua Ranting: Arief Wechat: AriefDimas99 WA: +8615607219978), Enshizhou (Ketua Ranting: Marina Wechat: febrianamarina WA: +8618602792912), Huangshi (Ketua Ranting: Kamal Wechat: mkikhsan16 WA: +8618672017390).

Nama-nama beserta nomor telepon di atas dapat dihubungi kapan saja, untuk menanyakan keadaan para mahasiswa yang masih berada di Wuhan. Kami di Wuhan sangat menyayangkan adanya berita yang simpang siur yang beredar di media-media Tanah Air. Berita-berita tersebut tidak mencerminkan kebenaran yang terjadi.

Salah satu contohnya adalah berita yang mengatakan, mahasiswa di Wuhan “tidak boleh keluar kamar”. Berita tersebut tentu saja membuat para orang tua di rumah khawatir. Apalagi kata tersebut dikutip dari pernyataan salah seorang mahasiswa yang berada di Wuhan. Tentu saja menggemparkan. Bukan saja warga di Indonesia. Kami juga ikut gempar.

Belakangan, setelah dikonfirmasi, ternyata tidak ada statement yang menyatakan “tidak boleh keluar kamar.” Kawan yang menjadi narasumber mengatakan “tidak berani keluar kamar”. Kata “boleh” dan “berani” sangat berbeda artinya, dan sudah pasti beda pemahamannya.

Berita lain juga beredar tentang mahasiswa asal Jawa Timur yang terjebak di Wuhan dalam kondisi logistik menipis. Tentu saja berita ini mengagetkan orang. Bahkan, Ibu Gubernur Jawa Timur pun ikut mengklarifikasi. Ternyata sumber berita bukan dari rekan Jawa Timur yang berada di Wuhan, tetapi dari sumber lain. Berita tersebut pun sudah diklarifikasi dan diubah.

Sejujurnya, saya menyatakan kondisi kami di Wuhan baik-baik saja. Semua mahasiswa dalam keadaan sehat. Ketersediaan bahan pangan tercukupi. Kalaupun menipis, masih ada supermarket yang buka. Seandainya pun kekurangan dana, kami masih memiliki dana di PPITW yang bisa digunakan untuk berbelanja.

Berita-berita yang tidak benar tersebut membuat kami sedikit stres dan panik. Padahal, sudah berkali-kali diingatkan untuk tidak panik. Baik dari otoritas kampus, pemerintah China, bahkan KBRI sendiri juga menyarankan untuk tetap tenang dan tidak panik.

Karena itu, kami memohon dukungan dan doa dari semua pembaca dan seluruh warga Indonesia. Dukunglah kami dengan tidak membuat berita yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dukunglah kami dengan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan keadaan kami, bukan dengan kata-kata yang bombastis demi meraih rating.

Kami bukan objek rating. Kami masih manusia. Kami masih warga negara Indonesia. Kami semua masih saudara, sahabat, anak dari Anda semua. Salam hangat dari Wuhan”.

Komentar

Rekomendasi

Sinergi bersama Telkom Group, Telkomsel Dukung Gerakan #IndonesiaButuhAnakMuda

Bawa-bawa Nama Prabowo, Pria Ini Ngamuk di Sekolah karena Tak Dikasi Duit

Istimewanya HUT ke-60 Barru: Menteri, Gubernur, Pangdam, Kapolda hingga Ketua DPRD Hadir

Usia 63 Tahun, Astra Terus Kobarkan Semangat Kurangi Plastik

Lamaran Mewah Anak Pejabat, Mahar Kawinnya Fantastis

Prodia Buka Pemeriksaan Gratis untuk Millenial

Anggota DPR RI ini Lamar Kekasihnya dengan Mahar 12,5 Hektar Penuh Nikel dan Puluhan Ternak

Larry Tesler Penemu Cut dan Copy Paste di Komputer Meninggal Dunia

Resmi, Nasdem Keluarkan Rekomendasi untuk Danny Pomanto

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar