Beredar Pesan Berantai Hacker Sebar Video Porno Lewat WhatsApp Anda, Ini Faktanya

Whatsapp
Hacker WhatsApp. (Foto: ist)

Terkini.id, Makassar – Sebuah pesan berantai baru-baru ini beredar di aplikasi perpesanan WhatsApp (WA). Pesan tersebut bertuliskan bahwa hacker sudah mulai masuk di WA dan menyebarkan konten video porno dengan memakai nomor Anda tanpa Anda ketahui.

Dalam pesan tersebut, juga tertuang nama stasiun TV One sebagai pihak yang mengeluarkan berita terkait hal itu.

“TV One baru saja mengeluarkan berita bahwa hacker sudah mulai masuk WA, mereka menempatkan video seks/porno, atau permintaan dana dengan berbagai alasan memakai nama anda pada teman-teman anda, tanpa anda mengetahuinya,” demikian bunyi pesan tersebut seperti dilihat terkini.id, Minggu, 13 Oktober 2019.

“Anda tidak dapat melihatnya, namun orang lain bisa melihatnya seolah-olah anda yang mempublikasikannya. Jadi, jika anda menerima suatu video atau permintaan dana (barangkali atas nama saya), maka itu bukan saya, mohon konfirmasikan ke saya!!! Ternyata hal ini sudah terjadi beberapa kasus dalam beberapa group WA. Waspadalah, jangan sampai terjadi pada akun anda. Terimakasih,” sambung bunyi pesan tersebut.

Setelah ditelusuri oleh terkini.id, pesan berbunyi serupa juga pernah beredar pada tahun 2018 lalu.

Saat itu, isi pesan tersebut juga mengungkapkan bahwa hacker bisa masuk ke beberapa platform media sosial dan pesan instan, seperti Facebook, WhatsApp, hingga BlackBerry Messenger (BBM).

Isi pesan itu juga sama dengan pesan yang beredar saat ini bahwa pihak tak bertanggung jawab ini akan menempatkan video porno dengan nama korban tanpa sepengetahuannya.

Namun, dalam pesan berantai yang tersebar luas pada 2018 tidak mencantumkan TV One, melainkan stasiun televisi lainnya yakni Metro TV.

“Metro tv baru saja mengeluarkan berita bahwa hacker sudah mulai masuk facebook, bbm dan wa,mereka menempatkan video seks/porno memakai nama anda pada teman teman anda, tanpa anda mengetahuinya. Anda tidak dapat melihatnya, namun orang lain bisa melihatnya seolah olah anda yg mempublikasikannya. Jadi, jika anda menerima suatu video ( barangkali atas nama saya), maka itu bukan saya!!” demikian bunyi pesan amatir tersebut.

Mafindo: itu hoax!

Ketika itu, pihak Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) lewat akun resmi Twitter-nya @TurnBackHoax mengungkapkan jika pesan yang beredar tersebut merupakan kabar bohong alias hoax.

“Peretas (hacker) atau siapapun yang diklaim bisa mengambil alih akun Facebook, tidak bisa begitu saja mengambil alih sebuah akun,” ungkap Mafindo dalam keterangan tertulisnya kepada media pada 19 Juni 2018.

“Yang bisa dilakukan adalah membuat akun palsu, atau menjebak pemilik akun untuk melakukan beberapa kegiatan yang menyebabkan akun mereka bisa diakses,” sambungnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini