Berikut 4 Pebulu Tangkis Keturunan Indonesia yang Wakili Negara Lain di Olimpiade Tokyo, Siapa Saja?

Terkini.id, Jakarta – Tahukah kamu jika ternyata ada beberapa atlet bulu tangkis keturunan Indonesia yang justru mewakili negara lain di Olimpiade Tokyo 2020? 

Ya, jawabannya ternyata memang ada. Seperti diketahui, pertandingan demi pertandingan di Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga (cabor) bulu tangkis telah berlangsung.

Masyarakat Indonesia turut memeriahkan dengan menyaksikan lewat layar kaca maupun gawai masing-masing.

Baca Juga: Indonesia Juara Thomas Cup Namun Bendera Merah Putih Gagal Berkibar,...

Sebanyak 173 pebulu tangkis dari berbagai negara juga sudah memperlihatkan kehebatan mereka.

Nah, dilansir terkini.id dari Kompas pada Sabtu, 31 Juli 2021, 4 dari 173 atlet yang bersaing di Olimpiade Tokyo 2020 ternyata memiliki garis keturunan Indonesia tetapi membela negara lain.

Baca Juga: Indonesia Juara Piala Thomas Cup, Gus Umar: Baru Di Zaman...

Siapa saja mereka? Berikut selengkapnya:

1. Ade Resky Dwicahyo (Azerbaijan)

Ade Resky Dwicahyo saat masih membela tim junior Indonesia. Kini, Ade Resky siap tampil di Olimpiade bersama Azerbaijan.

Ia merupakan atlet Tanah Air yang pernah membela nama Indonesia di kejuaraan internasional level junior, bahkan tembus pelatnas PBSI junior.

Baca Juga: Indonesia Juara Piala Thomas Cup, Gus Umar: Baru Di Zaman...

Pada tahun 2017, pria kelahiran 13 Mei 1998 itu menyatakan kesetiannya kepada Azerbaijan.

Tahun berikutnya, ia langsung tancap gas dan meraih runner-up dalam ajang Kharkiv International Ukraina.

“Saya berasal dari Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara bulu tangkis terkuat di dunia. Saat menerima proposal dari Azerbaijan, saya akan mendapatkan peluang lebih besar untuk diwakili di kejuaraan dunia dan Olimpiade,” kata Ade Resky Dwicahyo, sebagaimana dikutip dari situs resmi Olimpiade Tokyo 2020 dari Badminton Europe.

Pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, Ade Resky tergabung di Grup L tunggal putra bersama Anders Antonsen (Denmark) dan Nguyen Tien Minh (Vietnam).

2. Setyana Mapasa (Australia)

Pemilik nama lengkap Setyana Daniella Florensia Mapasa merupakan putri kelahiran Manado, Sulawesi Utara.

Mapasa memilih membela Australia sejak 2013 dan kini berhasil tampil di Olimpiade Tokyo 2020 di nomor ganda putri bersama Gronya Somerville.

Mapasa pernah memperkuat tim junior Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2013 di Bangkok, Thailand bersama Jonatan Christie dan pebulu tangkis Indonesia lainnya.

Pada waktu itu, Mapasa yang mewakili Tim Merah Putih berhasil meraih medali perak.

Namun, usai level junior, Mapasa kemudian sempat tak terlihat di dunia perbulu tangkisan Indonesia dan memutuskan menjadi warga negara Australia.

3. Lianne Tan (Belgia)

Nama Lianne Tan sempat menggemparkan media sosial Twitter. Saat itu, dia tertangkap kamera berbincang dengan pelatih sekaligus kekasihnya, Indra Bagus Ade Chandra, menggunakan bahasa Indonesia.

Melansir laman resmi Olimpiade Tokyo 2020, Lianne Tan menuliskan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua setelah Inggris.

Lianne Tan ternyata memiliki garis keturunan dengan Indonesia, khususnya dari sang ayah, Henk Tan.

Henk Tan awalnya merupakan WNI yang berpindah dan menetap lama di Belgia. Sementara ibunya adalah warga negara Belgia.

“Dia berasal dari Bandung, Pulau Jawa,” kata Lianne Tan soal ayahnya seperti dikutip dari laman resmi olimpiade.

“Saya pergi ke sana setiap musim panas untuk mengunjungi keluarga. Itu adalah tempat yang bagus untuk berlatih,” jelas dia.

4. Ng Ka Long Angus

Negara Hong Kong sudah melekat di dalam diri pebulu tangkis bernama Ng Ka Long Angus.

Dia sudah bertahun-tahun menjadi momok di bulu tangkis tunggal putra dengan status warga negara Hong Kong. Akan tetapi, ternyata dia memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya.

Ng Ka Long Angus mengakui bahwa neneknya merupakan warga negara Indonesia, namun dia tak tahu tepatnya.

Meski demikian, dia menerangkan saudaranya banyak yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur.

Bagikan