Olimpiade Tokyo Sebentar Lagi, Atlet Ini Ungkap Rahasia ‘Kelam’, Kerap Ada Pesta Seks di Kampung Olimpiade

Terkini.id, Internasional – Susen Tiedtke, seorang mantan atlet lompat jauh, mengungkap rahasia ‘kelam’ soal pesta seks yang kerap diselenggarakan di Kampung Olimpiade.

Atlet cantik itu menceritakan kehebohan kehidupan seks yang biasa terjadi di Kampung Olimpiade yang membuat para atlet akan terjaga sepanjang malam.

Namun, tampaknya apa yang diungkapkan Susen tak akan terjadi pada Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung akhir Juli 2021 mendatang.

Baca Juga: Mengharukan, Atlet Ini Rayakan Kemenangan bersama ‘Mendiang’ Ibunya

Pasalnya, penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 secara resmi melarang atlet berhubungan seks di olimpiade musim panas ini karena ancaman virus Corona.

Akan tetapi, Susen Tiedtke mengklaim bahwa ofisial tidak akan berdaya untuk menghentikan pesta seks atlet yang dianggap menjadi kebutuhan setiap olimpiade.

Baca Juga: Kisah Lucu: Nonton Final Greysia Polii/Apriyani, Lelaki Ini Rela Pegang...

“[Larangan] adalah bahan tertawaan besar bagi saya, itu tidak berhasil sama sekali. Seks selalu menjadi masalah di Kampung Atlet,” ungkap Susen kepada Bild, dikutip terkini.id dari Sindonews pada Jumat, 16 Juli 2021.

“Para atlet sedang berada di puncak fisik mereka di olimpiade. Ketika kompetisi usai, mereka ingin melepaskan energi mereka,” sambungnya.

“Ada pesta demi pesta, lalu alkohol ikut bermain. Kebetulan orang berhubungan seks dan ada cukup banyak orang yang berjuang untuk itu.”

Baca Juga: Kisah Lucu: Nonton Final Greysia Polii/Apriyani, Lelaki Ini Rela Pegang...

Sebagai informasi, Susen Tiedtke berkompetisi di olimpiade 1992 dan 2000, bertemu Joe Greene, mantan suaminya selama lebih dari empat tahun dan sesama pelompat jauh, selama Olimpiade Barcelona.

“Kompetisi kami menjelang akhir pertandingan. Tidak ada yang terjadi sebelumnya, itu sulit. Para pelatih berkata, ‘Ketika Anda berhubungan seks, tubuh pertama-tama harus mengisi ulang energinya sendiri. Jadi, Anda tidak boleh melakukan itu’.”

Bintang Tim Inggris Raya, Jade Jones, sebelumnya juga telah menjelaskan bagaimana pesaing tidak membuang waktu untuk memulai pesta setelah turnamen mereka selesai.

“Namun, setelah kompetisi, teman sekamar sangat perhatian jika kamu membutuhkan kamar untuk dirimu sendiri ….”

Ironisnya, meski secara tegas dilarang melakukan hubungan seks, tetapi penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 nyatanya menyiapkan 160.000 kondom yang akan tersedia di Kampung Atlet.

Tujuannya, yaitu semata-mata untuk ‘meningkatkan kesadaran’ tentang pentingnya seks yang aman.

Selain itu, produsen tempat tidur juga membuat tempat tidur yang masing-masing hanya dapat menahan berat dua orang—dalam apa yang berfungsi sebagai peringatan keras terhadap threesome.

Kendati demikian, para atlet akan berharap bahwa rekan-rekan dan saingan mereka menjaga kebisingan seminimal mungkin.

“Anda selalu mendengar ‘pesta’ dari yang lain, terkadang Anda hampir tidak bisa tidur. Seks selalu menjadi topik besar, terutama sebelum olimpiade. Ketika seorang laki-laki ingin berkencan dengan saya, dia harus melakukan 100 push up terlebih dahulu. Saya harus bertemu diam-diam. Kalau tidak, saya tidak akan pernah bertemu siapa pun. Seluruh Kampung Atlet tahu ceritanya,” pungkasnya panjang lebar.

Bagikan