Terkini, Jeneponto – Sorotan tajam kini tertuju pada proyek peningkatan jalan Ruas Tanetea–Ruku‑ruku di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, yang menelan anggaran sebesar Rp11,4 miliar. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran tahun 2025 ini menuai kecaman luas lantaran kondisinya yang dinilai sangat memprihatinkan.
Maraknya pemberitaan dan keluhan masyarakat, berbagai elemen masyarakat menuntut Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan. Kejaksaan Negeri Jeneponto dan Kepolisian Resor Jeneponto didesak untuk mengusut tuntas dugaan korupsi yang diduga kuat terjadi di balik pelaksanaan proyek tersebut. Dugaan penyimpangan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan menjadi sorotan utama yang harus dibuktikan secara hukum.
Masyarakat menilai, jika kerusakan parah terjadi dalam waktu yang sangat singkat, maka ada indikasi kuat adanya penyimpangan prosedur, penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga kemungkinan adanya pemotongan anggaran yang merugikan keuangan daerah. Proyek yang seharusnya menjadi penunjang ekonomi dan kenyamanan warga justru menjadi beban baru karena harus segera diperbaiki kembali dengan biaya yang tidak sedikit.
Para pemohon menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Mereka meminta agar penyelidikan tidak hanya berhenti pada kontraktor pelaksana, tetapi juga menelusuri keterlibatan pihak terkait di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jeneponto sebagai pengguna anggaran dan pengawas teknis lapangan.
Selain itu, masyarakat juga mendesak agar hasil audit teknis dan keuangan dilakukan secara transparan oleh instansi berwenang. Tujuannya bukan hanya untuk meminta pertanggungjawaban pidana, tetapi juga memulihkan kepercayaan publik terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di Jeneponto. Masyarakat berharap APH dapat bekerja cepat dan profesional agar kasus ini tidak menjadi sekadar isu yang menguap begitu saja tanpa keadilan.
Menanggapi hal tersebut, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Jeneponto tengah mendalami dugaan penyimpangan hingga korupsi pada proyek peningkatan jalan Ruas Ruku‑ruku–Tanetea, Kecamatan Bangkala yang menelan anggaran sebesar Rp11,4 miliar. Langkah ini diambil menyusul maraknya sorotan publik, pemberitaan media daring, serta aduan resmi dari sebuah lembaga terkait kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan meski baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu.
Hal tersebut disampaikan secara tegas oleh Kepala Unit Tipidkor Satreskrim Polres Jeneponto, Ipda Nurhadi saat dikonfirmasi awak media, Minggu, 5 Juli 2026. Menurutnya, pihaknya telah merespons berbagai informasi yang beredar baik di media sosial maupun pemberitaan pers sejak awal isu mencuat.
“Kami sejak awal sudah melakukan pengecekan silang data dan konfirmasi langsung ke pihak dinas terkait. Saat ini tim sedang giat mengumpulkan berkas dan data teknis mengenai pelaksanaan pekerjaan tersebut,” ungkap Ipda Nurhadi.
Ia menambahkan, selain informasi yang berkembang di masyarakat, pihaknya juga telah menerima aduan resmi dari salah satu lembaga terkait buruknya kualitas hasil pembangunan jalan tersebut. Berdasarkan data dan laporan yang telah diterima, Polres Jeneponto berkomitmen untuk mengusut tuntas dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis yang diduga kuat menjadi penyebab kerusakan dini.
“Sudah ada lembaga yang mengadukan hal ini. Kami sedang menunggu kelengkapan data dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Jeneponto. Setelah data lengkap diterima, dalam waktu dekat tim akan segera turun ke lapangan untuk memverifikasi dan mengecek langsung kondisi fisik jalan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, desakan publik kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini semakin menguat. Reaksi warga di media sosial bahkan menuntut agar pengusutan tidak hanya berhenti pada kualitas fisik jalan, tetapi juga menelusuri aliran dana serta pertanggungjawaban seluruh pihak yang terlibat dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
